Okupansi Hotel Di Pusat Bisnis Jakarta Menurun

Thursday, 07 April 16   5 Views   0 Comments   Venue

Colliers kembali merilis data mengenai realisasi perkembangan properti hotel di Jakarta dan Bali pada kuartal pertama 2016. Pada kuartal pertama 2016, terdapat dua hotel baru beroperasi di Jakarta yang terdiri dari satu hotel bintang tiga dan satu hotel bintang empat. Saat ini di Jakarta ada 80 hotel bintang tiga dengan jumlah 10.363 kamar serta 66 hotel bintang empat dengan 15.205 kamar.

Sementara itu, di Bali tercatat pertumbuhan sebesar 1,2 persen terjadi sepanjang tahun berjalan 2016 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terjadi pada sektor hotel bintang 3, 4, dan 5 dengan hadirnya enam hotel baru yang mulai beroperasi, termasuk tiga hotel yang merupakan rebranding.

“Tingkat hunian rata-rata hotel di Jakarta masih di bawah 50 persen hingga akhir Februari 2016, sedangkan di Bali mempunyai tingkat hunian yang relatif stabil, yaitu pada angka 60 persen,” kata Ferry Salanto, Associate Director Colliers Indonesia.

Angka rata-rata di Jakarta tersebut turun sebanyak 14,6 persen, terendah sejak tahun 2013. Pelemahan terbesar dalam okupansi terjadi pada hotel yang berada di distrik CBD, yakni turun 16,4 persen menjadi 49,9 persen. Sementara itu, di luar CBD, tercatat tingkat okupansi rata-rata mencapai 51,6 persen. “Pelemahan bisnis masih sangat terjadi yang berakibat masih rendahnya okupansi hotel di Jakarta. Banyak perusahaan masih menghemat pengeluaran untuk mengadakan pertemuan di hotel-hotel,” ujar Ferry.

Ferry menambahkan, tingkat supply masih jauh berlebih dibandingkan demand yang ada. “Bali relatif masih stabil karena merupakan magnet utama bagi kunjungan wisatawan. Tercatat sebanyak 726.625 wisatawan asing datang melalui Bandara Ngurah Rai hingga akhir Februari 2016. Angka ini naik 11 persen dari tahun ke tahun,” ujar Ferry.

Untuk mengantisipasi penurunan okupansi tersebut, Ferry menyarankan agar memperkuat potensi MICE yang ada di hotel. “Tren kuartal pertama, okupansi hotel kali ini lebih rendah realisasinya dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Untuk itu, hotel harus memperkuat potensi untuk mendatangkan tamu korporat dengan mengadakan fasilitas pertemuan di properti masing-masing,” ujar Ferry.

Penulis: Mikhail