Rejuvenating Change PT Patra Jasa

Thursday, 26 May 16   3 Views   0 Comments   Venue

Perubahan adalah hal wajar dilakukan oleh perusahaan untuk memenangkan sebuah persaingan. Perubahan yang biasanya dilakukan adalah dalam bentuk tangible (berupa bentuk fisik yang dapat disentuh dan dirasakan) maupun intangible (berupa non-fisik yang hanya dapat dilihat, dirasakan, dan dinikmati). Perubahan umumnya dilakukan oleh perusahaan yang telah lama berdiri agar tetap dapat bersaing dengan para kompetitor.

Begitu juga dengan yang dilakukan oleh PT Patra Jasa, sebagai anak perusahaan PT Pertamina, yang mengelola bisnis hospitality dan properti. Perusahaan yang telah berdiri sejak 40 tahun lalu tersebut selalu melakukan perubahan-perubahan untuk tetap eksis dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Pada 2016, dengan mengusung tema “Rejuvenating Change“, PT Patra Jasa akan melakukan perubahan besar-besaran.

Muhamad Haryo Yunianto, Direktur Utama PT Patra Jasa, mengatakan, “Kami saat ini mengelola tujuh unit hotel di seluruh Indonesia dan beberapa bisnis properti. Tahun ini kami fokuskan untuk mengembangkan hotel yang berada di jaringan PT Patra Jasa agar menjadi hotel yang setara dengan nasional atau international chain yang ada di Indonesia. Karena itu, pada awal Agustus ini kami akan melakukan rebranding serta merenovasi beberapa unit hotel, antara lain Patra Jasa Bali Resort & Villas, Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Patra Jasa Cirebon Hotel, dan Patra Jasa Anyer Hotel. Selain secara infrastruktur kami lakukan beberapa perubahan, kami juga peduli terhadap kualitas SDM dari PT Patra Jasa. Berbarengan dengan program Rejuvenating Change ini, kami berusaha menempatkan the right man on the right place untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan kami.”

Haryo menambahkan, khusus untuk unit Patra Jasa Bali Resort & Villas, Manajemen PT Patra Jasa akan bekerja sama dengan PT Angkasa Pura dalam pengembangan kawasan Aero City. Estimasi rencana pengembangan tersebut akan berlangsung pada 2018, di mana saat ini masih dalam proses pembahasan MOU (master of understanding) dari kedua belah pihak. 

Penulis: Harry Purnama