Resor Terindah di Dunia ada di Sumba Barat

Wednesday, 20 July 16   9 Views   0 Comments   Venue

Travel + Leisure, majalah pariwisata dari Amerika Serikat, menobatkan Nihiwatu Sumba sebagai hotel terbaik di dunia atau #1 Hotel in The World 2016. Penghargaan tersebut membuat Kementerian Pariwisata turut bangga atas pencapaian tersebut. Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, mengapresiasi Nihiwatu sebagai hotel terbaik di dunia, dan ia mengatakan bahwa momen ini sangat bagus dimanfaatkan untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia.

“Apresiasi ini menjadi kebanggaan bersama, baik untuk masyarakat Sumba Barat maupun masyarakat Indonesia, bahwa Indonesia memiliki resor atau hotel terbaik di dunia,” kata Arief.

Selain itu, Arief Yahya juga menyarankan agar SDM di industri perhotelan dan pariwisata membantu membina penduduk setempat agar sadar akan potensi industri pariwisata. Minimal, satu hotel bertanggung jawab untuk satu desa. Ia menambahkan, Nihiwatu bisa disebut sebagai contoh baik dalam pembangunan ecotourism. Arief juga menyarankan agar Nihiwatu tetap menjaga kelestariannya.

“Sumba Barat telah menciptakan destinasi ‘Resor Surgawi’, dan kini telah menciptakan rekam jejak geografi yang kuat sehingga memungkinkan para tamu dapat berkelana ke alam bebas Sumba,” kata James Mcbride, Managing Partner Nihiwatu.

Mcbride menyebutkan, resor ini memiliki konsep alami sebagai resor honeymoon, serta cocok sebagai resor keluarga. Untuk kegiatan bisnis, resor ini juga menyediakan ruang meeting yang dapat menampung 50-60 orang.

Salah satu daya tarik utama Nihiwatu adalah vila tiga kamar berbentuk rumah pohon yang terletak di atas tebing menghadap langsung ke Samudra Hindia. Selain itu, Nihiwatu juga memiliki 33 akomodasi vila dengan kolam renang pribadi serta pemandangan indah menghadap Pantai Nihi.       

Agustinus Niga Dapawole, Bupati Sumba Barat, menjelaskan, Nihiwatu merupakan sebuah tempat kepercayaan untuk berdoa, dan keasrian alam menjadi kekuatan pariwisata di Sumba Barat selain Nihiwatu. Wisatawan biasanya akan kembali lagi ke Sumba Barat karena setiap di desa menciptakan suasana kekeluargaan. Para tamu juga dapat menginap di rumah perkampungan yang ada di Sumba Barat.

Aloysirus Seran, Kepala Bappeda Sumba Barat, menyebutkan, pada 2015, kunjungan wisatawan ke Sumba Barat tercatat mencapai lebih dari 9.000 wisman dan 4.000 wisnus. Kontribusi sektor pariwisata terhitung dari 2014-2015 naik 400 persen, dan pada tahun ini ditargetkan meningkat 50 persen.

Menurut data majalah Travel + Leisure, Nihiwatu memiliki skor tertinggi, yaitu (98,35), mengalahkan hotel-hotel seperti The Spectator di Charleston, South Carolina, dengan skor 97,78, dan Huka Lodge di Taupe, New Zealand, dengan skor 97,65. Dari Indonesia, selain Nihiwatu, ada juga St. Regis Resort Nusa Dua Bali di peringkat ke-35 dengan skor 96,22.

Penulis: Ahmad Baihaki