Royal Tulip Visesa Ubud Segera Diluncurkan

Wednesday, 22 June 16   4 Views   0 Comments   Venue

Royal Tulip Visesa Ubud akan melakukan soft opening pada 1 Juli 2016. Pembukaan properti tersebut akan menghadirkan konsep industri perhotelan yang baru di Bali. Dikelola oleh Louvre Group, Royal Tulip Visesa Ubud menempati lahan seluas 6,5 hektare. Resor ini dirancang untuk menciptakan keharmonisan sebuah desa tradisional Bali untuk menghormati lingkungan sekitar.

Royal Tulip Visesa Ubud menawarkan 66 Pool Villas dan 40 Suites yang tersebar di seluruh resor dan terhubung oleh jalur berkelok-kelok. Semua suite terletak di area terpisah dengan pemandangan hutan dan sawah. Tersedia pula vila dengan satu atau dua kamar tidur bagi para tamu yang menginginkan privasi.

Sejumlah fasilitas pendukung akan ditambahkan pada bulan-bulan mendatang untuk mengantisipasi kebutuhan para tamu. Padi Restaurant akan menawarkan pengalaman santap fine dining makanan Indonesia dengan pemandangan lembah yang indah. Menu yang disajikan sepenuhnya dibuat menggunakan bahan-bahan segar yang ditanam di Royal Tulip Visesa Ubud.

Peluncuran Royal Tulip Visesa Ubud melibatkan konsep perhotelan terbaru yang dikenal sebagai Desa Visesa. Ini adalah sebuah inisiatif yang diciptakan untuk menawarkan para tamu serangkaian pertunjukan budaya, kesehatan, dan pengalaman bertani yang didasarkan pada warisan tradisional Bali dan cara hidup masyarakat Bali.

Selain itu, Desa Visesa juga akan memberikan kegiatan lain yang menyenangkan untuk membawa para tamu menjelajahi kebudayaan Bali, alam, dan nuansa spiritual melalui interaksi dengan masyarakat setempat. Ada juga pilihan kegiatan menyusuri pematang sawah, bersepeda, dan kunjungan ke obyek wisata lokal.

Intinya, Royal Tulip Visesa Ubud ingin menjadi sebuah ikon tempat menginap serta menjadi pusat pembelajaran dan penyembuhan di Bali. Ini akan mengajarkan para tamu dan anggota masyarakat setempat untuk hidup sebagai satu dengan alam dan melestarikan budaya asli Bali yang saat ini berada di bawah ancaman kebudayaan modern.

Penulis: Aldila Putri