Sweet Seventeen Lorin Solo Hotel

Thursday, 11 February 16   10 Views   0 Comments   Venue

Awalnya bernama Sheraton Hotel yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 21 Desember 1996, kemudian berganti nama menjadi Lorin Business Resort & Spa pada tanggal 30 Januari 1999 dan dikelola oleh Manajemen Lorin. Nama Lorin sendiri merupakan singkatan dari Labuhan Oriental Resort International yang bertujuan agar Lorin menjadi destinasi wisata bagi tamu domestik maupun mancanegara. Kemudian, pada 13 Februari 2013, Lorin Business Resort & Spa berganti nama menjadi Lorin Solo Hotel yang bermaksud menyesuaikan dengan letak hotel.

Di usia yang ke-17, Lorin Solo Hotel mengusung tema “One Will One Goal, Quality to The Core” yang bertujuan sebagai bentuk apresiasi terhadap karyawan yang loyal dan wujud syukur pada Tuhan atas pencapaian bisnis sehingga Lorin Solo Hotel masih eksis dan berkembang, juga sebagai motivasi untuk meraih satu keinginan dan satu tujuan bersama diperlukan kebersamaan, kekompakan, dan kualitas kerja yang maksimal.

Sebagai bentuk ucapan syukur ulang tahun yang ke-17, manajemen Lorin Solo Hotel beserta unit grupnya mengadakan serangkaian kegiatan, di antaranya kerja bakti dan berbagai lomba. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wujud kepedulian sosial Lorin Solo Hotel terhadap lingkungan dan diharap memberi manfaat untuk menjalin silaturahmi antarkaryawan, sekaligus sebagai penyegaran dari rutinitas kerja. Dalam rangka pelestarian alam, Lorin juga mengadakan penanaman pohon dan pelepasan 1.000 burung serta ikan bertempat di Central Garden Lorin Solo Hotel. Kegiatan ini melibatkan seluruh staf dan manajemen Lorin Solo Hotel dan Syariah Hotel Solo. Tak hanya itu, Lorin juga memiliki program kepedulian sosial terhadap masyarakat Dari Anda Lorin Berbagi yang rutin dilaksanakan minimal sebulan sekali.

Di usianya yang genap ke-17, Lorin Solo Hotel terus melakukan pembenahan dan inovasi, salah satunya melakukan edukasi SDM dengan membekali “Seven Days English Program”. Training ini bertujuan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang kompeten dan bersertifikasi supaya dapat memenuhi kualitas dan standardisasi pelayanan. Diharapkan, setelah mengikuti training ini kualitas sumber daya manusia tidak kalah dengan tenaga asing yang masuk ke Indonesia dalam menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Seiring berjalannya waktu, perkembangan bisnis perhotelan semakin meningkat, Lorin pun mulai mengepakkan sayap dengan menambah 167 kamar dan ballroom berkapasitas 1.500 orang hingga kini total kamar yang dimiliki Lorin berjumlah 359 kamar dengan delapan ruang meeting dan dua ballroom: Puri Kencono dan Puri Nalendra.

Penulis: Harry Purnama