3 Program untuk Capai Target 15 Juta Wisman

Wednesday, 28 December 16   3 Views   0 Comments   Venue

Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara pada 2017, meningkat 3 juta wisman dari target pada 2016. Selain itu, pemerintah juga menargetkan 265 juta pergerakan wisatawan domestik pada 2017. Untuk mencapai target tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya akan menjalankan tiga program utama, yaitu pariwisata digital (digital tourism), homestay atau pondok wisata, dan konektivitas udara.

Strategi pariwisata digital harus dilakukan untuk merebut pasar global, terutama di 12 pasar utama. Program ini dimulai dengan meluncurkan ITX (Indonesia Tourism Exchange), yakni sebuah digital marketplace platform yang mempertemukan semua biro perjalanan, akomodasi, dan atraksi dengan para buyer untuk bertransaksi.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga meluncurkan War Room M-17 di Gedung Sapta Pesona sebagai pusat intelijen pariwisata berbasis teknologi digital. Di ruang War Room M-17 ini menampilkan pergerakan wisman dan wisnus secara real time, termasuk data strategi untuk menghadapi kompetitor Malaysia dan Thailand di Asia Tenggara.

Arief Yahya juga menyampaikan program pembangunan homestay sebagai program pembangunan desa wisata yang akan dimulai kembali pada 2017 dalam rangka mendukung percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas pariwisata. “Pada 2017 kami menargetkan membangun 20.000 homestay, tahun 2018 sebanyak 30.000 homestay, dan tahun 2019 50.000 homestay. Sebagai langkah pertama, pada triwulan pertama 2017 akan dibangun 1.000 homestay di 10 destinasi prioritas pariwisata, di antaranya Mandalika dan Borobudur, masing-masing sebanyak 110 homestay,” ujar Arief Yahya.

Program ketiga yang juga sangat strategis adalah memperbanyak konektivitas udara mengingat sekitar 75 persen kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menggunakan transportasi udara. Karena itu, ketersediaan jumlah kursi pesawat menjadi kunci untuk mencapai target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara pada 2017.

Saat ini, kapasitas kursi pesawat sebesar 19,5 juta dari seluruh maskapai yang beroperasi di Indonesia hanya cukup untuk mencapai target 12 juta wisman, dan untuk mencapai target 15 juta wisman pada 2017 perlu adanya tambahan 4 juta kursi pesawat. Untuk memenuhi hal tersebut, Arief Yahya akan menjalankan strategi 3A, yaitu Airlines, Airport & Air Navigation, serta Authorities.

Hal itu akan dimulai dengan menandatangani nota kesepahaman dengan PT Angkasa Pura I dan II serta dengan AirNav Indonesia untuk menambah jumlah penerbangan langsung berjadwal melalui pembukaan rute baru, penambahan jumlah penerbangan, maupun rute baru dari pasar-pasar potensial.

Penulis: Harry Purnama