AirAsia Menuntut Ganti Rugi Rp1,5 triliun

Monday, 03 August 15   0 Views   0 Comments   Venue

Maskapai AirAsia menuntut MYR409 juta atau setara US$107 juta (Rp1,5 triliun) sebagai bentuk kompensasi dari Malaysia Airports Holding Bhd (MAHB) atas kerugian dan kerusakan yang muncul akibat pengoperasian Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2).

Minggu lalu, pihak maskapai protes kepada MAHB atas kondisi terminal low-cost yang baru tersebut, yang diklaim terminal tersebut masih banyak kekurangan, seperti retakan dan genangan air di taxiway.

“Ini harus segera berakhir,” ujar Tony Fernandes, CEO AirAsia, dikutip dari kantor berita Bernama. “Seharusnya kami tidak perlu pindah ke terminal baru sebelum semua fasilitasnya bekerja sempurna dan tidak ada kekurangan.”

Pembukaan Kuala Lumpur International Airport 2 senilai MYR4 miliar ini ditunda selama setahun, dan AirAsia awalnya tidak mau pindah dari bandara lama Low Cost Carrier Terminal (LCTT). Maskapai ini akhirnya menuntut ganti rugi kepada Malaysia Airports Holding Bhd, yang diklaim “gagal memberikan pelayanan terbaik” kepada AirAsia sehingga maskapai tersebut menderita kerugian.

Pihak AirAsia juga menyatakan bahwa Malaysia Airports Holding Bhd diduga telah merusak brand dan reputasi AirAsia. Maskapai AirAsia merupakan operator terbesar di Kuala Lumpur International Airport.

Penulis: Harry Purnama