Arief Yahya Melantik Pejabat Kementerian Pariwisata

Monday, 22 June 15   1 Views   0 Comments   Venue

Menteri Pariwisata Arief Yahya akhirnya melantik pejabat eselon I, II, III, dan IV lingkungan Kementerian Pariwisata pada Jumat (5/6/2015). Dalam pidato pelantikannya, Arief mengatakan hal utama yang harus diperhatikan oleh pemimpin adalah hal terakhir yang diwariskan. “Mulai hari ini rekan-rekan harus berpikir di akhirnya. Pesan saya cuma satu, hasil yang luar biasa dilalui dengan tidak biasa, bisa dicapai dengan spirit,” kata Arief.

Lanjut Arief, spiritnya di tahun 2019 adalah industri pariwisata menjadi kontribusi utama devisa Indonesia. Saat ini, industri pariwisata menjadi penghasil devisa urutan keempat setelah minyak & gas, batu bara, dan kelapa sawit. “Sebenarnya industri pariwisata bisa menjadi kontribusi utama. Hal itu dibuktikan negara Malaysia dan Dubai, di mana industri pariwisata memberi kontribusi utama di negara mereka,” jelasnya.

Selain itu, Arief menetapkan sasaran utama pariwisata berupa target kuantitatif yang harus dicapai pada 2019 mendatang bahwa pariwisata harus memberikan kontribusi pada perekonomian nasional sebesar delapan persen, menghasilkan devisa US$20miliar, menciptakan lapangan kerja sebanyak 13 juta tenaga kerja, dan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman).

“Selain itu, mendorong pergerakan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) di dalam negeri, serta daya saing pariwisata pada tahun 2019 menjadi ranking 30 dunia. Pada saat ini kita menduduki ranking 50 dunia dan tahun 2013 menduduki peringkat 70 dunia,” katanya.

Menurut Arief, untuk dapat mencapai target tersebut harus dengan pembentukan struktur organisasi berdasarkan pada fungsi utama industri pariwisata yang direpresentasikan dengan adanya satu deputi bidang pengembangan destinasi dan industri pariwisata. “Sedangkan struktur berdasarkan segmen market direpresentasikan dengan adanya dua deputi bidang pengembangan pemasaran pariwisata mancanegara dan pengembangan pemasaran nusantara. Untuk struktur pendukung kelembagaan direpresentasikan dengan adanya sekretariat kementerian dan inspektorat serta beberapa staf ahli,” ujarnya.

Para pejabat yang dilantik sebanyak 381 orang terdiri atas sembilan pejabat eselon I, 31 pejabat eselon II, 108 pejabat eselon III, dan 234 pejabat eselon IV. “Para pejabat baru ini telah melampaui uji kompetensi, seperti karakter, kompetensi, dan kolaborasi. Di mana untuk karakter dilihat dari relationship dan kejujuran dengan bobot 50 persen, sementara untuk kompetensi lebih ke skill, perilaku, dan manajemen dengan bobot 30 persen, dan untuk kolaborasi dilihat dari kerja sama dengan bobot 20 persen,” katanya.

Arief mengungkapkan, setelah pelantikan ini akan ada evaluasi enam bulan sekali dengan menggunakan sistem ranking.