Bandara Changi Raih SkyTrax World Airport Awards 2016

Monday, 04 April 16   2 Views   0 Comments   Venue

Untuk kali keempat berturut-turut, Bandara Changi Singapura selalu mendapatkan gelar Bandara Terbaik Di Dunia pada ajang SkyTrax World Airport Awards. Penghargaan SkyTrax diberikan berdasarkan voting dari jutaan orang penumpang.

Edward Plaisted, CEO SkyTrax, mengatakan, Bandara Changi Singapura telah membuktikan layak menjadi bandara terbaik di dunia dengan menghadirkan berbagai inovasi, baik dalam produk dan layanan, seperti bioskop 24 jam gratis, kolam renang di rooftop, dan taman kupu-kupu.

SkyTrax World Airport Awards merupakan penghargaan paling bergengsi untuk industri bandara. Penghargaan ini dilakukan berdasarkan survei terhadap 13.250.000 orang dari 106 kebangsaan yang berbeda-beda. Survei dilakukan dari Juni 2015 hingga Februari 2016, meliputi 550 bandara di seluruh dunia.

“Penghargaan tersebut merupakan prestasi bagi Bandara Changi, dan hal tersebut menjadi bukti bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk memberikan pelayan yang maksimal. Kami tidak bisa menerima semua pengakuan ini. Semua itu berkat komitmen masyarakat yang mendorong keberhasilan bandara Changi,” kata Lee Seow Hiang, CEO Bandara Changi Singapura.

Bandara Changi berada di ujung timur Pulau Singapura. Pada 2013, jumlah penumpang di Changi sebanyak 53,1 juta orang, meningkat lima persen dibanding tahun sebelumnya, dan kargo yang dilayani sebagai 1,85 juta ton. Hingga saat ini, Bandara Changi memiliki tiga terminal, dan direncanakan Terminal 4 dan 5 akan dibuka dalam beberapa tahun ke depan.

Peringkat 10 besar bandara yang menerima penghargaan SkyTrax World Airport Awards 2016 adalah Bandara Changi Singapura, Bandara Internasional Incheon (Korea Selatan), Bandara Munich (Jerman), Tokyo International Airport Haneda, Bandara Internasional Hong Kong, Chubu Centrair International (Nagoya, Jepang), Bandara Zurich (Swiss), London Heathrow Airport, Bandara Internasional Kansai (Osaka, Jepang), dan Bandara Internasional Hamad (Doha, Qatar).

Penulis: Ahmad Baihaki