Bandara Silangit Menjadi Pionir Smart Airport

Tuesday, 14 November 17   10 Views   0 Comments   Harry Purnama
Bandara Silangit
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meninjau Bandara Silangit. Foto: Dok. Forwapar

Sebagai pintu masuk ke kawasan wisata kelas dunia, Bandara Silangit menerapkan layanan dan fasilitas kelas dunia. Bandara internasional ini pun ditetapkan menjadi pionir Smart Airport di kategori bandara berkapasitas 500.000 penumpang.

Berbagai fasilitas berbasis digital itu tentunya akan menciptakan pengalaman yang baik bagi penumpang, khususnya wisatawan mancanegara. Perjalanan para wisatawan ke Danau Toba akan semakin berkesan. Ujungnya, mereka akan menjadi repeater dan menyebarkannya ke keluarga dan kolega.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), mengatakan, fasilitas berbasis digital itu di antaranya adalah airport bus schedule display, di mana para pengguna jasa bandara dapat mengetahui estimasi waktu untuk melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi ke tempat tujuan masing-masing. Kemudian, e-payment di tenant komersil yang akan memudahkan para pelanggan dalam berbelanja tanpa harus menggunakan uang tunai.

Selanjutnya, Wifi.id corner berkecepatan tinggi dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian, bus ticketing vending machine yang memudahkan dalam proses antre, smart baggage untuk mengetahui estimasi waktu serta dapat memonitor posisi bagasi penumpang, self check-in di terminal domestik dan internasional, APPS pada check-in counter, konten layanan di aplikasi Indonesia Airports, dan digital banner beserta kontennya.

“Serta tentunya tourism info kiosk yang memberikan informasi seluas-luasnya yang diperlukan terkait pariwisata di daerah setempat maupun sekitarnya,” ujar Muhammad Awaluddin.

Seluruh fasilitas berbasis digital tersebut sudah siap 100 persen saat penerbangan perdana internasional di Silangit pada 28 Oktober 2017 lalu. Awaluddin mengatakan, penerbangan internasional saja tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Danau Toba. Lebih dari itu, dibutuhkan juga bandara yang mampu menciptakan journey experience dan dapat memberikan kesan pertama yang baik kepada para wisatawan guna melengkapi perjalanan mereka.

Untuk itu, ujar Awaluddin, meski sosialisasi kapasitas Bandara Internasional Silangit tidak terlalu besar, namun AP II tetap fokus melakukan pengembangan soft infrastructure melalui digitalisasi layanan.

“Kami membangun Bandara Internasional Silangit sebagai beranda yang ramah terhadap para wisatawan domestik dan mancanegara,” ujar Awaluddin.

Dengan berbagai fasilitas berbasis digital itu, AP II dapat melayani pengguna jasa bandara mulai dari sebelum melakukan perjalanan (pre-journey), saat melakukan perjalanan (on-journey), dan usai melakukan perjalanan (post-journey).

Saat pre-journey, penumpang pesawat dapat terlebih dahulu membuka aplikasi Indonesia Airports di smartphone untuk mengetahui jadwal penerbangan, meja check-in penerbangan, melihat tenant F&B, hingga mengecek hotel yang ada di Siborong-borong beserta jarak tempuh dari Bandara Internasional Silangit.

Saat on-journey, penumpang pesawat dapat memantau aktivitas penanganan bagasi secara langsung berkat konsep smart baggage yang sudah diimplementasikan di Silangit. Ketika baru tiba di Silangit, penumpang pesawat juga dapat langsung terkoneksi dengan wifi berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps. Di samping itu, penumpang pesawat juga dapat mencari tahu lokasi wisata yang wajib dikunjungi melalui e-kiosk di area kedatangan.

Tidak hanya itu, apabila bepergian dengan transportasi publik maka wisatawan dapat semakin mudah dengan membeli tiket bus melalui vending machine yang terletak di terminal kedatangan Bandara Internasional Silangit.

Adapun setelah melakukan perjalanan atau post-journey, sebelum tiba di bandara tujuan apakah itu Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Kualanamu, penumpang pesawat sudah dapat memesan taksi melalui aplikasi Indonesia Airports untuk mengantar ke tujuan.

Aplikasi Indonesia Airports juga dapat membantu penumpang yang baru tiba di Soekarno-Hatta untuk melihat lokasi parkir mobil penjemput berkat implementasi konsep Smart Parking. Bagi yang memilih transportasi publik, di terminal kedatangan juga tersedia vending machine untuk antrean taksi atau pembelian tiket Damri.

“Pengembangan Bandara Internasional Silangit, baik itu dengan pembangunan infrastruktur maupun pengembangan soft infrastructure, merupakan salah satu fokus AP II guna¬†mendukung program pemerintah, yakni mewujudkan kawasan wisata Danau Toba menjadi destinasi baru berkelas dunia seperti halnya Bali,” ujar Awaluddin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan AP II dalam mengimbangi perkembangan wisata di Kawasan Danau Toba, khususnya melalui layanan fasilitas berbasis digital di Bandara Internasional Silangit.

“Dengan semakin terbukanya kawasan wisata Danau Toba, tentu menjadi tantangan bagi AP II untuk dapat melayani wisatawan yang masuk dengan baik. Digitalisasi adalah kuncinya,” ujar Menpar Arief Yahya.