Dari 10, Akhirnya Hanya 4 Bali Baru yang Diprioritaskan

Friday, 17 November 17   51 Views   0 Comments   Harry Purnama
Bali Baru Tanjung Lesung
Tanjung Lesung, salah satu dari 10 Bali Baru.

Pengembangan 10 destinasi prioritas pariwisata, atau yang juga disebut dengan 10 Bali Baru, terus dikebut pemerintah. Dalam rapat terbatas pada 16 November 2017, Presiden Joko Widodo meminta jajaran terkait untuk bergerak cepat menuntaskan program ini demi tercapainya target 15 juta wisman pada 2017 dan 20 juta wisman pada 2019.

Ke-10 destinasi Bali Baru tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Belitung (Bangka-Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara). Namun, dari 10 destinasi Bali Baru tersebut, pemerintah akhirnya memutuskan untuk fokus ke empat destinasi wisata prioritas.

“Jadi, sekarang difokuskan lagi ke Danau Toba, Borobudur, Mandalika, serta Labuan Bajo,” ujar Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum.

Basuki mengatakan, keempat destinasi wisata tersebut didahulukan karena berbagai kendala yang ditemukan di empat destinasi itu. Danau Toba misalnya, masih bermasalah terkait pembebasan lahan yang rencananya akan dipakai untuk membangun area parkir, kafe, penginapan, restoran, hingga tempat jual beli cenderamata. Padahal, upaya pembebasan sudah berjalan selama dua tahun.

“Presiden Joko Widodo menganggap itu bahaya kalau diam terus, bisa terlambat, makanya dipercepat dan dikhususkan,” ujar Basuki.

Basuki berkata, sejumlah kementerian terkait sudah diminta untuk mulai membuat master plan untuk empat destinasi wisata terkait. Master plan itu akan mengatur mulai dari penataan lokasi destinasi wisata hingga pemetaan lahan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan bahwa fokus terhadap empat destinasi wisata bermasalah itu akan dimulai pada 2018. Adapun urutannya dimulai dari Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Arief Yahya menambahkan, keempat destinasi wisata itu akan memiliki badan otoritas yang berfungsi mengoordinasi kegiatan dan usaha di lokasi terkait. Sejauh ini, yang sudah memiliki badan otoritas adalah Danau Toba, diikuti oleh Borobudur di akhir tahun ini, dan Labuan Bajo pada triwulan pertama 2018.