Destinasi Bahari Menjadi Tren di Gorontalo

Tuesday, 03 January 17   5 Views   0 Comments   Venue

Setelah 16 tahun berdiri sebagai provinsi sendiri, Gorontalo mulai naik pamornya sebagai salah satu tujuan wisata nusantara. Pada 2015, jumlah kunjungan wisatawan ke Gorontalo mencapai 368.000 orang dari target 105.000 orang, baik wisman maupun wisnus. Sementara itu, pada tahun 2016 jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke Gorontalo mencapai 450.000 orang, dan jumlah wisman yang berkunjung mencapai 6.000 orang. Angka tersebut melebihi target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 yang hanya 110.000 wisatawan, baik itu wisnus dan wisman.

Naik drastisnya jumlah kunjungan wisatawan tersebut tak lepas dari obyek wisata bahari di Gorontalo yang semakin populer, salah satunya adalah kehadiran hiu paus di Pantai Botubarani. Hewan unik yang sulit ditemui ini tak disangka muncul dan berdiam di perairan Gorontalo sehingga banyak wisatawan yang penasaran untuk melihatnya. Selain itu, Gorontalo juga memiliki obyek wisata lainnya, seperti Taman Laut Olele, Taman Laut Biluhu, Pulau Saronde, Pulo Cinta, Oile Resort, perkampungan Suku Bajo di Torosiaje, dan Wisata Hutan Nantu.

“Tantangan Gorontalo untuk menyambut wisatawan adalah pemberdayaan masyarakat di obyek wisata, ketersediaan interkonektivitas, serta promosi event maupun obyek wisata melalui media sosial,” kata Resma Kobakoran, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kominfo Provinsi Gorontalo.

Untuk menarik lebih banyak wisatawan, Resma mengatakan akan memperbanyak penyelenggaraan acara sepanjang tahun 2017 ini. Pada 2016, Gorontalo telah melaksanakan 17 event, dan pada 2017 ini akan ada 18 event, empat event di antaranya berskala nasional. Resma mengatakan, sepanjang tahun 2017 ada beberapa event yang dilaksanakan untuk mendatangkan wisman maupun wisnus, salah satunya adalah Festival Pesona Saronde dan Indonesia Middle East (IMEU) yang diikuti 19 negara Timur Tengah.

Untuk akomodasi, Gorontalo memiliki 55 hotel mulai dari bintang dua hingga bintang empat. Pada 2017, Resma mengatakan rencananya akan ada penambahan satu hotel lagi bintang empat.

Penulis: Ahmad Baihaki