Gelar Rakernas II, ASITA Fokus Promosikan Bromo Tengger Semeru

Friday, 10 November 17   8 Views   0 Comments   Harry Purnama
Bromo Tengger Semeru

Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies (ASITA) akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) II di Ciputra Hotel, Surabaya, pada 10-13 November 2017. Dipilihnya Surabaya sebagai tempat Rakernas karena Asita ingin mempromosikan destinasi wisata yang ada di Jawa Timur, baik yang sudah tersohor ataupun belum dikenal.

Asnawi Bahar, Ketua DPP Asita Indonesia, mengatakan, konsep Rakernas II ini akan mengambil tema “Fun Business, Explore the Beauty of Mount Bromo” dan “Effective & Efficient B2B Forum”. Rakernas ini ditargetkan akan diikuti 150 peserta. Rakernas II Asita ini juga akan dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya dan sejumlah pejabat Kemenpar, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

“Rakernas II akan dihadiri perwakilan DPD Asita di seluruh Indonesia yang berjumlah 33 DPD. Uniknya, para delegasi Asita Daerah nanti diwajibkan untuk mengenakan baju adat daerahnya masing-masing. Pada rakernas ini juga akan ada Bromo Tengger Semeru Travel Mart Jatim, yang nantinya akan mempertemukan buyer dan seller dalam sebuah forum B2B dan B2C,” kata Asnawi Bahar.

Asnawi Bahar menjelaskan, pertemuan bisnis antara buyer dan seller tersebut akan berlangsung tertutup. Para seller berasal dari agen wisata, hotel, penyelenggara MICE, tempat wisata, dan atraksi wisata dari 30 kota/kabupaten di Jawa Timur.

“Sementara buyer adalah agen-agen perjalanan dari Indonesia dan berbagai negara di dunia yang ingin menjual paket tur wisata Jawa Timur (inbound). Ada juga pandangan berbeda pada table top antara sektor wisata dan sektor industri. Pada sektor industri, buyer adalah importir produk-produk Indonesia. Transaksi mereka bisa dilihat secara langsung dalam kontrak pada saat pertemuan,” papar Asnawi Bahar.

Sebagai tujuan post tour, peserta akan dibawa ke Gunung Bromo. Sebagai opsi post tour lainnya, Madura dan Kota Batu akan bisa menjadi pilihan sendiri bagi para peserta.

Post tour ini dirancang khusus untuk para buyer agar dapat secara langsung menyaksikan dan mengenal dari dekat daya tarik wisata Jawa Timur. Post tour ini akan digelar selama dua hari, tujuannya ke Bromo, Batu, Malang, Prigen, dan Surabaya City Tour. Ada juga pilihan lain menuju ke Madura,” ungkap Asnawi Bahar.

Pada rakernas ini juga akan digelar workshop yang akan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pariwisata. Workshop ini bertujuan untuk membekali para pelaku pariwisata agar mereka lebih kreatif, up to date, dan siap bersaing di era digital. Selain workshop, juga akan ada Gathering BTS (Bromo Tengger Semeru Travel Mart Jatim).

Esthy Reko Astuti, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, mengatakan, Kemenpar mendukung penuh Rakernas Asita ini. Apalagi, Bromo yang sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi prioritas “10 Bali Baru” yang menjadi fokus promosinya.

“Kalau mau mengejar target 20 juta wisman di 2019, semua lini harus kerja keroyokan. Termasuk bersama Asita ini. Mereka harus didukung penuh karena pelaku pariwisata adalah ujung tombak mendatangkan wisman,” ujar Esthy.

“Kami akan bantu untuk promosi pariwisata di Jawa Timur karena semua pihak harus berpartisipasi dari mulai eksekutif dan legislatif, antara buyers dan sellers nanti juga harus bisa mendapatkan banyak transaksi di BTS Travel Mart Jatim, imbasnya Bromo semakin mendunia,” katanya.

Hendri Karnoza, Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif, menambahkan, selain menyajikan atraksi, di kegiatan ini juga akan melibatkan Duta Pariwisata Fitri Carlina yang merupakan penyanyi asli kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur. Fitri Carlina akan mengambil bagian dalam mempromosikan wisata Jawa Timur, khususnya Bromo Tengger Semeru.

“Peran endorser dari kalangan public figure ini terbukti ampuh dalam mendatangkan wisatawan. Apalagi sang endorser mengenal betul destinasi yang akan dipromosikannya,” kata Hendri.

Selain itu, lanjut Hendri, juga akan digelar gala dinner di mana kesempatan ini akan dijadikan ajang untuk saling mengenal lebih dekat antara buyer dan seller. “Gala dinner ini bisa menjadi kesempatan para seller untuk menggali lebih dalam informasi. Dan para buyer juga bisa menjelaskan lebih detail bila waktu saat B2B dianggap masih kurang detail,” pungkas Hendri.