Gelar Sepatu, Kulit & Fashion 2015 Ajang Pengembangan Perindustrian

Thursday, 02 July 15   0 Views   0 Comments   Venue
Kementerian Perindustrian kembali menggelar acara Gelar Sepatu, Kulit & Fashion 2015 yang diadakan di Jakarta Convention Center pada 1-5 Juli 2015. Kementerian Perindustrian menggandeng Antheus sebagai pelaksana acara ini serta didukung oleh lima asosiasi besar, yakni Asosiasi Persepatuan Indonesia, Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Bisnis Jaringan Indonesia (ABJINDO), dan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia.

Gelar Sepatu, Kulit & Fashion 2015 membuka 209 booth untuk para peserta yang terdiri dari pengusaha desain, sepatu, kulit,  produk kulit, dan fashion. “Pameran kali ini terbagi atas sembilan booth spesial desain, sembilan booth zona desainer,70 booth zona sepatu dan alas kaki, 74 booth zona kulit dan produk kulit, 36 booth zona fashion, dan dan booth zona edukasi,” ujar Harjanto, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka pada pembukaan Gelar Sepatu, Kulit & Fashion 2015.

Event yang mengangkat tema “Merek Indonesia Mendunia” ini menargetkan dapat mengembangkan produk-produk asli Indonesia agar mampu mendapatkan pengakuan dari luar negeri. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah ekspor alas kaki dari Indonesia ke beberapa negara trennya selalu meningkat dari tahun 2009 hingga 2013. Negara yang selalu paling banyak mengimpor alas kaki dari Indonesia adalah Amerika Serikat. Pada tahun 2013, Indonesia mengekspor 55.845,7 ton alas kaki ke Amerika Serikat. Sementara itu, total ekspor alas kaki Indonesia selama 2013 adalah 212.924 ton. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk-produk alas kaki buatan Indonesia diakui di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan negara-negara di benua Eropa lainnya.

Seperti yang diungkapkan oleh Saleh Husin selaku Menteri Perindustrian,”Tema ‘Merek Indonesia Mendunia’ saya pandang sangat relevan untuk diangkat sebagai landasan pengakuan dunia atas kualitas produk Indonesia sekaligus sebagai upaya memperkuat merek dan jati diri produk nasional.”

Dalam tiga tahun terakhir ini (2009-2011), ekspor Indonesia untuk produk yang dihasilkan oleh Industri Alas Kaki (IAK) dan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (ITPT) menunjukkan angka yang meningkat sekitar 21,38% untuk IAK dan 17,99% untuk ITPT. “ITPT merupakan salah satu sektor strategis mengingat peranannya dalam devisa ekspor non-migas sebesar US$ 17,32 miliar dan penyerapan tenaga kerja sebesar 15,1% dari total tenaga kerja industri manufaktur serta memberi kontribusi sebesar 1,89% terhadap PDB nasional,” ujar Saleh Husin.

Penulis: Reisha Pahlevi