GTA Dan TAT Meluncurkan Program Untuk Memulihkan Pariwisata Thailand

Wednesday, 23 September 15   0 Views   0 Comments   Venue

GTA, global travel distributor, berinisiatif meluncurkan sebuah program untuk memulihkan industri pariwisata Thailand akibat bom bangkok yang terjadi bulan lalu. Program bernama “Thailand, Stronger Together” tersebut diluncurkan di Bangkok pada 21 September 2015, bekerja sama dengan Tourism Authority Thailand (TAT) dan 32 hotel di Thailand.

Program yang akan dijalankan selama lima minggu tersebut akan memberikan promo spesial dari hotel-hotel di Thailand, yang nantinya akan didistribusikan oleh jaringan agen perjalanan milik GTA. Pada umumnya, promosi tersebut berupa menginap dua hari tapi hanya membayar untuk satu hari, dan promo tersebut lebih difokuskan di Bangkok dan Phuket.

GTA juga mencetak 10.000 kaus bertuliskan kampanye #ThailandStrongerTogether, dengan harapan para tamu akan mengenakan kaus tersebut dan men-share di sosial media. Kampanye ini utamanya menargetkan biro perjalanan di Asia dan Timur Tengah.

“Dengan pengalaman 40 tahun di industri travel dunia, GTA dapat membantu industri pariwisata Thailand untuk menarik kembali para pebisnis dan wisatawan dari seluruh dunia. Meskipun ledakan bom yang terjadi cukup memengaruhi tingkat pemesanan hotel pada bulan Agustus dan September, tapi pada akhir tahun 2015 kami harapkan kampanye ini dapat mengembalikan tingkat kunjungan ke Thailand,” ujar Daryl Lee, Regional Vice President Of Sales & Marketing GTA untuk Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika.

Lee juga meminta Thai Airways dan Singapore Airlines, serta sejumlah maskapai internasional lain, untuk kembali terbang ke Thailand serta menambahkan jumlah penerbangan ke Thailand. Juthaporn Rerngronasa, Deputy Governor For International Marketing Tourism Authority Thailand, mengatakan, kunjungan ke Thailand mulai meningkat lagi, menyusul terjadinya penurunan kunjungan mencapai 20 persen setelah terjadi ledakan bom. Ia juga menambahkan bahwa Tourism Authority Thailand yakin dapat memenuhi target 28,8 juta kunjungan wisatawan internasional pada 2015.

Penulis: Harry Purnama