Indonesia Butuh 2 Juta SDM Pariwisata

Friday, 10 February 17   1 Views   0 Comments   Venue

Program studi S1 Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya mengadakan seminar pada 9 Februari 2017 dengan mengangkat tema “Tourism Higher Education In Facing Global Business Challenges”. Seminar tersebut menghadirkan para pembicara profesional di bidang pariwisata, seperti I Gde Pitana, Budi Tirtawisata, Mari Elka Pangestu, dan Agus W. Soehadi.

Djisman S. Simandjuntak, Rektor Universitas Prasetiya Mulya, mengatakan, para akademisi di Universitas Prasetiya Mulia dididik bukan hanya untuk menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk menciptakan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berdaya saing melalui praktik di lapangan. Selain itu, ia berharap lulusan Universitas Prasetiya Mulya dapat menjadi wirausaha muda di bidang pariwisata dan hospitality.

“Para mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya dari awal masuk sudah ditanamkan jiwa wirausaha. Para mahasiswa biasanya pergi ke luar kota untuk membangun usaha bersama penduduk setempat sampai ke desa-desa sehingga ketika mereka lulus diharapkan bisa mendirikan perusahaan. Selain belajar mengenai bisnis, para mahasiswa juga mendapatkan keberhasilan dari kreativitas dan intelektual yang mereka miliki,” kata Djisman.

I Gde Pitana, Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, mengatakan, industri pariwisata dapat membangun pergerakan ekonomi di seluruh daerah karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Pitana menambahkan, tantangan yang dihadapi di industri pariwisata Indonesia adalah SDM pariwisata. Menurutnya, SDM itu berhubungan langsung pada aktivitas pariwisata, dan mencari tenaga di bidang pariwisata masih sangat sulit. Karena itu, kunci keberhasilan memajukan pariwisata Indonesia adalah menciptakan SDM yang berdaya saing secara berkelanjutan.

“Fakta di lapangan, pada 2015 ada sekitar 200.000 kamar hotel, rata-rata satu kamar diurus satu pegawai. Padahal, idealnya satu kamar ditangani dua sampai tiga orang,” kata Pitana.

Pitana mengatakan, kebutuhan tenaga kerja di bidang pariwisata pada tahun ini mencapai 2.440.000 orang. Ia menambahkan, SDM pariwisata Indonesia harus mengembangkan pengetahuan, manajemen, leadership, dan disertifikasi agar dapat berdaya saing secara global.

“Sering saya katakan di setiap pertemuan kita harus selalu berubah mengikuti lingkungan. Saya beri contoh, makhluk hidup yang bisa bertahan itu bukan yang paling kuat, bukan yang larinya yang cepat, tetapi yang bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Ketika memasuki  era digital, SDM harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi, apabila tidak mengikuti tidak akan berkembang,” kata Pitana.

Penulis: Ahmad Baihaki