Indonesia Convention And Exhibition Bureau Akan Diresmikan Tahun Ini

Thursday, 09 July 15   3 Views   0 Comments   Venue

Pada Kamis, 9 Juli 2015, Kementerian Pariwisata mengadakan konvensi bertema “Strategi Pengembangan Destinasi MICE Indonesia Dalam Rangka Kegiatan Rencana Aksi Pengembangan Destinasi MICE 2015” yang dihadiri oleh para pelaku di bidang MICE, akademisi, kementerian terkait, asosiasi, dan tentunya dari Kementerian Pariwisata sendiri yang diwakili oleh Ir. Azwir Malaon, M.Sc., Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Alam dan Buatan. Konvensi ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang ada di industri MICE Indonesia sehingga dapat meningkatkan daya saing destinasi MICE Indonesia yang berbasis sumber daya daerah.

Seperti yang sudah lama sekali dibahas, bahwa permasalahan utama mengapa industri MICE di Indonesia kurang berkembang dan dipromosikan dengan baik adalah tidak adanya lembaga khusus yang menanganinya, yakni sebuah convention bureau. Indonesia harus becermin dari negara-negara tetangga yang keberadaan sebuah convention bureau merupakan hal wajib, seperti Malaysia dengan Malaysia Convention and Exhibition Bureau (MYCEB) dan Thailand dengan Thailand Convention & Exhibition Bureau (TCEB). Karena itulah, Kementerian Pariwisata mengusahakan pada tahun 2015 ini Indonesia akan meresmikan Indonesia Convention And Exhibition Bureau (INCEB) atau disebut juga dengan Biro Konvensi dan Pameran Indonesia (BKPI).

“Dengan usaha yang keras dan semuanya merapatkan barisan, kami usahakan pada tahun ini sudah keluar peraturan presiden yang meresmikan Indonesia Convention And Exhibition Bureau,” ujar Azwir Malaon.

Dengan akan diresmikannya Indonesia Convention And Exhibition Bureau tersebut, diharapkan industri MICE di Indonesia dapat ditangani lebih baik dan dipromosikan secara tepat. Selain itu, 16 destinasi MICE yang telah ditetapkan oleh pemerintah juga dapat dibenahi secara tepat guna, sesuai dengan keunggulan setiap destinasi tersebut.

Seperti diketahui, industri MICE merupakan salah satu sektor yang berpotensi mendatangkan turis mancanegara dalam jumlah besar dan memberikan dampak ekonomi yang cukup luas. Target mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019 tentunya tidak dapat dicapai hanya mengandalkan wisatawan leisure semata. Alasannya, wisatawan leisure tidak datang dalam jumlah yang cukup besar, dan hanya berkunjung saat peak season. Sementara itu, wisatawan bisnis (business travel) datang dalam jumlah yang sangat besar, dan memberikan dampak ekonomi tujuh kali lipat lebih besar dibandingkan wisatawan leisure.

Penulis: Harry Purnama