Inilah Primadona Baru di Pulau Samosir

Monday, 08 January 18   11 Views   0 Comments   Harry Purnama
Samosir
Foto: Dok. 123RF

Energi positif terpancar dalam laporan Penerimaan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Samosir sepanjang 2017. Capaian pertumbuhannya menunjukkan angka yang mengesankan: mencapai 81 persen. Dan pariwisata menjadi sektor unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

“Ya. Ini semua berkat pariwisata. Inilah core business masa depan Indonesia,” kata Rapidin Simbolon, Bupati Samosir.

Ucapannya didukung dengan data yang kuat. Pajak daerah, yakni hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, PBB, BPHTB, dan parkir sepanjang 2016 sebesar Rp6.943.224.706. Sementara tahun 2017 sebesar Rp14.201.397.714, naik 105 persen.

Sementara itu, pajak retribusi daerah, yakni jasa umum, jasa usaha, dan perizinan terpadu, pada 2016 sebesar Rp2.944.086.681, sedangkan pada 2017 sebesar Rp3.215.320.775, atau naik 9 persen.

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, tahun 2016 sebesar Rp2.292.593.280 dan tahun 2017 sebesar Rp3.269.597.083, naik 43 persen. Lain-lain PAD yang sah, tahun 2016 sebesar Rp27.042.821.240, sedangkan pada 2017 sebesar Rp50.274.679.565, naik 86 persen.

Total, sepanjang 2016 PAD yang diterima sebesar Rp39.222.725.907, sedangkan pada 2017 mencapai Rp70.960.995.137. Persentase peningkatan PAD 2017 dibandingkan dengan 2016 tercatat sebesar 81%. “Kata kuncinya adalah pariwisata. Inilah sektor penyumbang PAD dan lapangan kerja yang paling mudah, murah dan cepat. Kami sudah membuktikannya. Performance pariwisata terus menanjak dan optimisme kian terbentuk,” ujar Rapidin.

Menurut Rapidin, peningkatan PAD itu dipengaruhi program pemerintah melalui pembangunan menyeluruh di kawasan Danau Toba. “Asumsi kami, PAD ini akan terus naik, dan juga peningkatan multiplier effect di seluruh kawasan Danau Toba bila semua program Presiden tentang pengembangan Danau Toba berjalan dengan baik dan tepat waktu,” ujar Rapidin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikutan optimistis. Dari paparannya, kemandirian daerah akan segera terwujud dengan andalan pariwisata. “Rugi kalau kita tidak pilih pariwisata karena pariwisata sudah ditetapkan sebagai yang utama,” ujar Arief Yahya.