Jateng Fokus Pembangunan Infrastruktur Pariwisata

Thursday, 14 January 16   0 Views   0 Comments   Venue

Dalam dua tahun terakhir provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur. Pada 2016 ini, fokus pembangunan infrastruktur diarahkan untuk menunjang industri pariwisata. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah mencanangkan 2016 sebagai tahun infrastruktur pariwisata.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah dari sektor pariwisata. Ganjar menjanjikan, jalan menuju ke berbagai destinasi wisata di Jawa Tengah akan diperbaiki untuk menciptakan konektivitas antar-destinasi. Dengan demikian, wisatawan dapat makin lama bertahan di Jawa Tengah karena makin banyak destinasi yang dapat dinikmati.

Selain membangun infrastruktur, Provinsi Jawa Tengah juga menggalang kerja sama di bidang pariwisata dengan pemerintah Belanda untuk mempromosikan wisata Jawa Tengah. Gambar-gambar Candi Borobudur sudah mulai menghiasi trem-trem di Rotterdam, Amsterdam, dan beberapa kota besar lainnya. Peningkatan kunjungan wisatawan Belanda ini mendorong Pemprov Jawa Tengah menawarkan paket wisata minat khusus, seperti trekking Merapi, tur ke Dieng, dan living in Karimunjawa.

Destinasi wisata JawaTengah juga bertambah dengan kehadiran Kebun Raya Baturraden yang dilansir pada 19 Desember 2015 lalu. Kebun raya yang terletak di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Banyumas, tersebut diharapkan mampu menjadi obyek wisata andalan yang baru. Dari segi luas lahan, Kebun Raya Baturraden memiliki luas 143,5 hektare, hanya kalah dari Kebun Raya Bedugul Bali yang memiliki luas 159,4 hektare. Kebun Raya Bogor pun luasnya hanya 120 hektare, dan Kebun Raya Purwodadi di Jawa Timur hanya 85 hektare.

Menurut Ganjar, sarana transportasi menuju obyek wisata merupakan bagian penting yang harus segera dibereskan. Ia menginginkan adanya sambungan jalur kereta di daerah wisata, penyelesaian segera Jalan Tol Semarang-Solo dan Tol Jawa. Sementara itu, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang akan rampung pada 2017, yang memungkinkan pesawat berbadan lebar dari berbagai negara bisa langsung mendarat di Semarang.

Pemprov Jawa Tengah menargetkan kunjungan wisata 26,42 juta orang, terdiri dari 26 juta wisatawan nusantara dan 420.000 wisatawan mancanegara.

Penulis: Ludhy Cahyana