Jetstar Membantu Meningkatkan Industri Pariwisata di Indonesia

Tuesday, 09 May 17   9 Views   0 Comments   Dimas Aulia
Jetstar

Jetstar telah menandatangani kesepakatan baru yang bertujuan untuk meningkatkan industri pariwisata Indonesia. Kerja sama antara Jetstar dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia akan membuka jalan bagi Jetsar Australia dan Asia untuk mengembangkan rute mereka di Indonesia, yang juga akan menjalankan kerja sama dalam bidang pemasaran dan promosi di kawasan Asia Pasifik.

Perjanjian kerja sama ini termasuk salah satu rencana ambisius Pemerintah Indonesia yang menargetkan kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara pada tahun ini dan 20 juta wisman pada tahun 2019. Untuk mencapai target tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya berencana menambah jumlah kursi penerbangan sebanyak 4 juta pada tahun 2017 dan 10,5 juta lagi pada tahun 2019. Australia, Singapura, dan kawasan Asia Pasifik merupakan pasar penting bagi Indonesia dalam bidang bisnis dan wisata liburan.

MOU telah ditandatangani oleh CEO Jetsar Dean Salter, CEO Jetstar Asia Bara Pasupathi, dan Sekretaris Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Ukus Kuswara. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di hadapan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya.

“Dengan lebih dari 80 persen wisman berkunjung ke Indonesia melalui jalur udara, peran yang akan dipegang Jetstar selaku maskapai penerbangan internasional adalah sangat krusial untuk mencapai target kunjungan wisman pada tahun 2017 dan 2019,” ujar Arief Yahya.

Pasupathi juga menambahkan bahwa MOU ini akan membuka berbagai kesempatan untuk mempromosikan Bali dan juga beberapa destinasi lainnya kepada wisatawan internasional.

“Dengan lebih dari 25 persen codeshare dan kerja sama dengan maskapai full-service yang telah tersedia di Indonesia, bentuk rencana kami dalam membawa wisman yang berasal dari luar Singapura tentu akan terus menambah potensi pariwisata di Indonesia,” ujar Pasupathi.

Kedua maskapai tersebut, Jetstar dan Jetstar Asia, secara total telah berhasil membawa 1,4 juta penumpang ke dan dari Indonesia pada tahun lalu. Kedua maskapai tersebut juga telah beroperasi lebih dari 120 penerbangan setiap minggunya dengan tujuan ke Denpasar, Jakarta, Medan, Surabaya, Pekanbaru, dan Palembang.