Kembangkan MICE, Macau Beri Insentif

Thursday, 25 February 16   9 Views   0 Comments   Venue

Tahun lalu, bisnis kasino Macau mencatatkan penurunan pendapatan terendah dalam lima tahun terakhir. Biro Inspeksi dan Koordinasi Judi Makau, mengatakan, kasino hanya mampu mengumpulkan US$29,93 miliar dari para penjudi, turun 34,3 persen dibandingkan tahun 2014. Padahal, pada 2013 bisnis kasino di Macau menghasilkan US$45,2 miliar.

Sebagai informasi, reputasi Makau sebagai destinasi judi dimulai pada tahun 1850 ketika kawasan ini berada di bawah kekuasaan Portugis. Wisata judi kemudian tumbuh menjadi sumber pendapatan terbesar kota berjuluk Monte Carlo dari Timur itu dengan komposisi menyentuh 50 persen. 

Penurunan bisnis kasino disinyalir imbas dari inisiatif Pemerintah Cina yang menindak tegas setiap tindak korupsi, termasuk para pengusaha besar yang kerap membawa pelanggannya berjudi ke kasino. Grant Govertsen, Ketua Union Gaming Group yang berbasis di Makau, memprediksi, pelemahan pasar akan tetap terjadi sepanjang 2016. “Bisnis ini akan jauh lebih berat di tahun 2016. Kasino akan tertekan dengan kebijakan pemerintah sekaligus dampak dari pelemahan ekonomi,” tutur Govertsen.

Untuk menyiasati penurunan pendapatan, Macau berencana menyeriusi sektor MICE. Tahun lalu, untuk pertama kalinya kawasan berluas 30,3 kilometer persegi tersebut menggelar Global Tourism Economy Forum (GTEF) yang mendatangkan 9.000 pengunjung. Event hasil kerja sama Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) dan Sekretariat Sosial dan Kebudayaan Macau tersebut bertujuan untuk mempromosikan Macau sebagai pusat pariwisata dan hiburan dunia.

Iren Lau, Executive Director Badan Promosi Perdagangan dan Investasi Macau (IPIM), mengatakan, pada 2015 Macau akan menjadi tuan rumah 11th Worldwide Chinese Life Insurance Congress and International Dragon Award 2016. Event yang akan digelar pada 14-16 Agustus 2016 di Venetian Macao tersebut akan mempertemukan 6.000 peserta dari 17 negara.

Event lainnya yang akan digelar Macau adalah ACM Siggraph Asia 2016, pameran komputer grafis dan teknik interaksi terbesar di Asia dengan target 6.000 peserta. Pada 2017, Macau juga akan menggelar Asia Pacific Dental Congress. Sebagai instansi yang bertanggung jawab untuk industri MICE Macau, IPIM akan menjalankan serangkaian program guna merangsang pertumbuhan bisnis konvensi dan pameran. “Sejumlah korporat juga memilih Macau sebagai tempat pertemuan mereka, sebut saja Herbalife, Mary Kay China, Jeunesse Global, dan NU Ski yang biasanya membawa 1.000 hingga 10.000 peserta,” ujar Lau.

Tidak hanya agresif menggelar event, Macau juga menyodorkan insentif kepada wisatawan MICE, salah satunya potongan biaya akomodasi, makanan dan minuman, promosi, dan pemasaran yang berlaku bagi kelompok beranggotakan 100 peserta. Insentif itu juga berlaku bagi peserta yang melakukan pameran di atas area 1.000 meter persegi.

Saat ini, Macau memiliki lebih dari 182.000 meter persegi area pertemuan dan lebih dari 32.000 kamar hotel. Tahun depan, kawasan ini akan menambah 50.000 kamar hotel baru berkat ekspansi The Paris Macao, Wynn Palace, dan MGM Cotai.

Penulis: Siska Maria Eviline