Kemenko Maritim Targetkan Labuan Bajo Dikunjungi 500.000 Wisman

Tuesday, 28 June 16   0 Views   0 Comments   Venue

Kementerian Koordinator Kemaritiman menargetkan 500.000 wisatawan mancanegara berkunjung ke Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2019. Sebab, Labuan Bajo memiliki potensi alam yang sangat baik, karena itu diharapkan dapat mendorong peningkatan industri pariwisata Indonesia. 

Demi meningkatkan pengembangan industri pariwisata di Labuan Bajo, Bambang Susanto Priyohadi, Tenaga Ahli Bidang Pengembangan Regional Kemenko Maritim, menyatakan, saat ini Kemenko Maritim berupaya mencari solusi permasalahan yang ada di Labuan Bajo. Permasalahan mendasar yang dialami Labuan Bajo salah satunya ialah diving guide atau operator pariwisata dilakukan oleh orang asing, dan lebih disayangkan banyak yang ilegal. Permasalahan yang lain adalah Labuan Bajo tidak memiliki sistem tata ruang yang detail.

“Sangat disayangkan bahwa banyak orang asing yang lebih sadar untuk menjaga kebersihan alam yang kita miliki, seharusnya kita yang harus lebih sadar untuk melakukan itu. Kami selalu peka terhadap lingkungan yang ada di Labuan Bajo, dan kami mencoba mencari daerah yang lebih luas untuk menjadikannya area khusus pariwisata. Lokasi tersebut ada di sebelah selatan, sekitar 1.000 hektare. Tujuannya agar turis asing merasa senang dalam menikmati liburan,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Komodo. Pembangunan yang difokuskan oleh pemerintah ialah kawasan Labuan Bajo. Sebaliknya, untuk Pulau Komodo diharapkan tidak ada pembangunan yang dilakukan, tujuannya untuk melindungi Taman Nasional Komodo.

“Pembangunan di Pulau Komodo harus dihentikan. Ini adalah kawasan konservasi yang harus dijaga dan memberikan ruang yang luas bagi binatang langka seperti komodo. Kalau banyak pembangunan, Komodonya pada kabur,” kata Bambang.

Bambang menyebutkan, pada 2015, Labuan Bajo dikunjungi sekitar 91.000 wisman.

Penulis: Ahmad Baihaki