Kementerian Pariwisata Luncurkan 10 Destinasi Branding

Thursday, 15 June 17   44 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
10 Destinasi Branding

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang tahun ini menargetkan 15 juta wisman, Kementerian Pariwisata meluncurkan program 10 Destinasi Branding untuk mendukung brand Wonderful Indonesia di luar negeri. Ke-10 destinasi tersebut adalah Bandung, Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Coral Wonder (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.

I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, mengatakan, untuk mempromosikan pariwisata Indonesia kita telah mengenal dan belajar dari tiga teori pemasaran, yakni manajemen produk, manajemen costumer, dan manajemen brand. Ketiga teori itulah yang bisa memasarkan pariwisata Indonesia, yaitu pada branding-nya.

Value dari produk kita ada di brand-nya. Setiap destinasi mempunyai keunikan masing-masing, misalnya Raja Ampat, Wakatobi, dan Bunaken yang memiliki keindahan bawah laut, sementara Bali dan Yogyakarta begitu kaya dengan kebudayaannya,” kata I Gde Pitana.

Pitana menyebutkan, peluncuran 10 Destinasi Branding pariwisata merupakan upaya menyelaraskan sub-brand (branding destinasi) dengan master brand (Wonderful Indonesia) sehingga memperkuat positioning dari master brand Wonderful Indonesia sekaligus tercipta sinergi antara pusat dan kabupaten kota untuk mempromosikan pariwisata di kancah internasional.

Untuk proses terpilihnya 10 Destinasi Branding utama ini, Pitana menjelaskan bahwa ke-10 destinasi tersebut harus memiliki unsur 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) sehingga memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung untuk menikmati fasilitas, sarana akomodasi, maupun atraksi unggulan yang ada di daerah tersebut.

“Ke-10 Destinasi Branding tersebut telah memenuhi unsur 3A dan paling siap sehingga akan mempermudah di-branding dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang tahun ini ditargetkan sebesar 15 juta dan ditingkatkan menjadi 20 juta pada 2019,” ujar Pitana.