Kementerian Pariwisata Optimistis Raih 15 Juta Wisman

Saturday, 11 November 17   20 Views   0 Comments   Ludhy Cahyana
Kementerian Pariwisata
Wisatawan mancanegara di Pantai Suluban (Blue Point), Bali. Foto: Venuemagz/Erwin

Kementerian Pariwisata menggelar Sosialisasi Promosi Mancanegara pada 10 November 2017 di Harris Hotel & Conventions Malang. Acara yang diikuti sekitar 50-an peserta yang setengahnya adalah para awak media itu memaparkan berbagai kegiatan pemasaran pariwisata di mancanegara.

Dari perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari hingga September, wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia mencapai 10.458.299 orang. “Angka ini naik 25,9 persen dibanding periode yang sama pada 2016, namun dengan target wisman yang lebih tinggi,” ujar I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara.

Sementara itu, wisatawan yang masuk pada September 2017 mencapai 1.212.710 orang. Pertumbuhan wisman ke Indonesia ini sangat membanggakan, pasalnya untuk negara-negara ASEAN, rata-rata hanya tumbuh 6 sampai 7 persen dan pertumbuhan wisatawan dunia hanya 5 persen. “Hal ini didukung oleh strategi promosi yang tepat. Kami optimistis dalam tiga bulan mendatang berhasil mencapai target 15 juta wisman,” ujar Pitana.

Ia memprediksi, dari 15 juta wisman, asumsi perolehan devisa sebesar US$14,9 miliar, dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman dengan perolehan devisa sebesar Rp280 triliun pada 2019 mendatang.

Optimisme Pitana itu bukannya tanpa gangguan, misalnya status Gunung Agung yang membuat Bali kehilangan 6.000 room night akibat pembatalan. Namun, pembatalan ini hanya terjadi pada dua atau tiga hari sejak Gunung Agung berstatus “Awas”. “Saya mempromosikan ke mancanegara bahwa kehidupan di Bali normal. Ini disambut baik di berbagai negara. India misalnya, mengumumkan ‘Bali is back!’,” ujar Pitana.   

Selain itu, optimisme Pitana juga didukung promosi yang gencar di Eropa, terutama di Inggris pada World Travel Market London 2017. Di London, Indonesia memasang poster Wonderful Indonesia di 180 taksi dan menempatkan tiga billboard di tiga titik strategis.

Kementerian Pariwisata

“Kami juga memasang 240 spot iklan di saluran televisi yang ditonton generasi millennial, seperti Sky TV Sport, Sky TV Culture, dan Sky TV Art,” imbuh Pitana. Generasi milineal menjadi sasaran utama karena pola hidup mereka yang gemar mencoba dan berwisata ke berbagai penjuru dunia.

Indonesia juga mengikuti pasar wisata yang diikuti 2.500 peserta, dengan menyewa lahan seluas 400 meter persegi dengan luas total stan mencapai 500 meter persegi yang terdiri dua lantai, dengan mengajak 48 perusahaan, tujuh pemprov, dan tujuh pemkab/kota. Pada pameran itu, Indonesia meraih penghargaan dari majalah Dive sebagai The Best Diving Destination, The Best Diving Resort, dan nomor dua untuk The Best Living Boat – yang hanya kalah dengan Kosta Rika.

Sedangkan untuk pengembangan promosi di event domestik yang masuk Top 100 itu masing-masing dikaji secara profesional baik impact ekonomi, sosial, dan budayanya. Ke-10 event ini merupakan event unggulan yang menjadi fokus promosi pariwisata Indonesia. Dari 100 event primer yang sudah dikurasi, ada yang sudah mendatangkan wisman, di antaranya JFF dan Pesta Kesenian Bali.

Tahun 2018 menurut pandangan Pitana bakal menjadi tahun yang cerah sekaligus menantang. “Pemerintah tengah membangun berbagai infrastruktur terutama pembukaan berbagai bandara yang selesai pada 2018. Hal ini membuat pintu wisman makin banyak. Kedua, ekonomi Amerika Utara dan Eropa tumbuh. Biasanya bila ekonomi tumbuh, wisman juga naik,” imbuh Pitana.

Pada 2018 Indonesia juga memiliki dua event besar, yakni Asian Games dan Konferensi IMF-Bank Dunia. Dua perhelatan ini bakal memicu aktivitas wisata leisure pada bulan-bulan berikutnya. “Wisatawan MICE 60 persen pasti ingin kembali untuk mengajak keluarganya berlibur,” imbuh Pitana.

Namun, tantangan utama adalah pada 2018 terjadi 171 Pilkada yang rentan demonstrasi. “Namun Indonesia terbiasa dengan Pilkada dan Pilpres yang selalu berlangsung aman,” yakin Pitana.

Selain itu, Indonesia kekurangan 3 juta seat penerbangan untuk meraih angka 17 juta wisatawan pada 2018. Untuk itu Kemenpar mengimbau maskapai penerbangan untuk membuka jalur-jalur penerbangan baru, baik internasional maupun nasional.

Tahun 2018 Kemenpar juga akan merilis 100 premier event berskala internasional untuk menggenjot kunjungan wisman. Untuk itu perlu ada stimulus di setiap daerah agar menciptakan event berskala internasional masuk dalam Calendar of Event Kemenpar sebagai Wonderful Indonesia Calendar of Event 2018.