Lion Air Buka Penerbangan Charter Korea ke Batam

Wednesday, 03 January 18   8 Views   0 Comments   Harry Purnama
Lion Air
Foto: Venuemagz/Erwin

Kementerian Pariwisata sedang gencar menggerakkan pariwisata perbatasan, salah satunya adalah di Batam. Baru- baru ini, Lion Air meresmikan penerbangan charter antara Busan-Batam dan Incheon- Batam.

“Ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami dalam meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia,” kata Ramaditya Handoko, Corporate Communication Lion Air Group. Penerbangan langsung kedua kota itu menuju Batam terbilang strategis karena Busan dan Incheon merupakan lokasi strategis yang menghubungkan berbagai wilayah di Korea Selatan.

Untuk kerja sama ini, Lion Air menjalin kerja sama dengan Travel Global Aviation Alliance Co.,Ltd dan Sky Angkor Air di Korea. Pesawat yang digunakan adalah pesawat terbaru Boeing 737 MAX 8 yang dapat mengangkut 175 penumpang.

“Rencananya penerbangan charter ini akan beroperasi hingga Maret 2018. Tidak menutup kemungkinan untuk diperpanjang, bahkan dijadikan penerbangan regular. Ke depannya pun rute akan kita tambah. Setelah ini kita bidik Seoul,” ujar Rama.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik berita ini. Menurutnya, dengan akses yang semakin mudah maka pertumbuhan pariwisata akan semakin cepat. “Jika kita konsisten, saya yakin Batam is the next Bali itu bisa terwujud. Prinsipnya sama dengan di Singapura, menjaring ikan di kolam yang sudah banyak ikannya. Sekali ciduk sudah banyak ikan-ikan yang terangkut,” kata Arief Yahya.

Menurut Andika, Ketua Asita Kepulauan Riau, turis Korea menyumbang jumlah wisatawan asing yang cukup besar ke Batam, menempati urutan ketiga atau keempat dari seluruh wisman, bergantian dengan Jepang.

“Bila dibandingkan dengan Singapura, wisatawan Korea lebih suka dan nyaman berwisata ke Batam. Mereka menilai Singapura terlalu komersial dan waktu turnya tidak fleksibel. Belum lagi, mereka merasa bangga di Batam karena pemandu wisata adalah orang Indonesia yang bisa berbahasa Korea. Bukan, orang Korea yang lama tinggal di negara ini, ada unsur kedekatan di sini,” ujar Andika.

Andika mengatakan, dari akhir 2017 hingga Januari 2018, okupansi hotel di Batam selalu penuh. Naiknya grafik kunjungan wisatawan diprediksi akan terus berlangsung hingga pelaksanaan Imlek pada Februari mendatang.

Aktivitas menyambut pergantian tahun baru di sejumlah lokasi wisata lain dilaporkan berlangsung ramai. Diharapkan hal tersebut dapat diimbangi dengan adanya pelaksanaan sistem keamanan yang memadai sehingga  berwisata menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi para wisatawan.