Membangkitkan Industri MICE di Aceh

Friday, 05 January 18   14 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
Iboih Sabang Aceh
Meskipun lebih terkenal akan wisata alamnya, tapi Aceh berusaha untuk meningkatkan sektor MICE

Pemerintah Provinsi Banda Aceh terus menggalakkan pengembangan industri MICE di Aceh. Sebab, sektor MICE di Banda Aceh memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata. Hal itu diungkapkan oleh Reza Pahlevi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh.

“MICE sudah mulai cukup tumbuh di Aceh, meskipun skalanya tidak sama dengan kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung yang memiliki convention hall memadai,” kata Reza.

Reza mengatakan, meskipun di Aceh yang utama adalah pengembangan destinasi alam, MICE juga diyakini bisa membangun pariwisata. Untuk membangkitkan industri MICE ini Reza meminta kepada hotel-hotel untuk mengembangkan fasilitas ruang pertemuan yang besar untuk mengakomodir kegiatan MICE. Hal itu diyakini  dapat menggairahkan industri MICE di Aceh.

Untuk menyelenggarakan event, pemerintah daerah Aceh bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Aceh. “Event organizer di sana masih minim pengalaman untuk menangani acara-acara skala besar,” kata Reza.

Oleh karena itu, kata Reza, untuk memajukan industri ini diperlukan pengembangan SDM yang andal untuk melayani dengan baik sesuai dengan standar dalam menyambut wisatawan MICE.  “Aceh memiliki Sekolah Tinggi Pariwisata yang bisa menumbuhkan bibit-bibit SDM yang berpotensi, tapi sangat disayangkan masih minim untuk jurusan manajemen event (MICE). Jurusan tersebut masih dalam proses studi,” kata Reza.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan untuk membangkitkan industri MICE di Aceh adalah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar Aceh menjadi tuan rumah setiap kegiatan atau event yang sifatnya nasional maupun internasional. Untuk strategi promosi MICE di Aceh tentu memanfaatkan media massa maupun media sosial yang diyakini dapat membangkitkan MICE di Aceh.

Untuk kesiapan venue, Aceh memiliki Banda Aceh Madani Education Center yang memiliki kapasitas  hingga 5.000 orang. Provinsi Aceh juga memiliki  411 hotel bintang maupun non bintang dengan jumlah total 7.390 kamar. Pada 2018, Banda Aceh akan mengadakan 20 event nasional dan internasional.