Memikat Penyelam Cina ke Indonesia

Wednesday, 14 September 16   3 Views   0 Comments   Venue

Sales mission merupakan salah satu strategi promosi unggulan untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia demi tercapainya target kunjungan 20 juta wisman pada 2019. Untuk menarik minat wisatawan Cina yang menjadi salah satu pasar pariwisata potensial, Kementerian Pariwisata mengadakan “Sales Mission Diving Tiongkok 2016” di sejumlah kota di Cina, seperti Dalian, Qingdao, dan Beijing pada 27-31 Agustus 2016. 

“Pasar Cina begitu penting bagi Indonesia, selain merupakan salah satu fokus pasar pariwisata, juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam menyumbang kunjungan wisman ke Indonesia,” ujar I Gede Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata.

Pitana menjelaskan, “Sales Mission Diving Tiongkok 2016” merupakan kegiatan promosi B2B yang bertujuan meningkatkan product knowledge dan penjualan paket wisata diving Indonesia ke pasar Cina. Kegiatan ini sekaligus sebagai lanjutan dari kegiatan sales mission sebelumnya yang dilaksanakan di kota Tianjin, Chongqing, dan Shanghai pada Maret lalu. Program “Sales Mission Diving Tiongkok 2016” meliputi media interview, konferensi pers, update pariwisata diving Indonesia, table top (round robin), pertunjukan musik, pembagian suvenir dan door prize, serta pelayanan informasi pariwisata Indonesia.

Pelaksanaan “Sales Mission Diving Tiongkok 2016” disambut antusias oleh para seller dan buyer yang terdiri dari dive operator, dive club, dan para penyelam. Tercatat kegiatan sales mission di Dalian mampu mempertemukan 5 seller (Cocotinos, Anantya, Aurora, Tasik Divers, dan APP Beijing) dengan 75 buyer. Pada sales mission di Qingdao, Kementerian Pariwisata sukses mempertemukan 6 seller (Cocotinos, Anantya, Aurora, Tasik Divers, APP Beijing, dan Silolona) dengan 73 buyer. Sementara itu, kegiatan sales mission di Beijing berhasil mempertemukan 5 seller (Cocotinos, Anantya, Aurora, APP Beijing, Silolona) dengan 80 buyer. Dalam kegiatan ini juga turut mengundang Cipto Aji Gunawan selaku narasumber sekaligus anggota Tim Percepatan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata.

Cipto Aji Gunawan menjelaskan gambaran umum Indonesia yang masuk dalam kawasan segitiga terumbu karang dunia sehingga laut di Indonesia memiliki keberagaman spesies bawah laut. Ia juga memperkenalkan 10 destinasi utama untuk diving di Indonesia, yaitu Bali, Lombok, Komodo, Alor, Derawan, Wakatobi, Togean, Ambon, Banda, dan Raja Ampat.

Saat ini sudah ada penerbangan reguler Lion Air dari beberapa kota di Cina ke Manado serta pesawat charter dari beberapa maskapai seperti Citilink dan Sriwijaya Air. Melalui “Sales Mission Diving Tiongkok 2016” ini diprediksi akan mendatangkan 90 total calon wisman Cina dengan potensi transaksi sebesar US$200.000 atau sekitar Rp2,6 miliar. Ini menunjukkan peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan yang memiliki minat khusus wisata diving untuk datang ke Indonesia juga cukup besar. Untuk itu, promosi rutin dan informasi yang tepat sasaran terus dilakukan, apalagi masih sedikit wisatawan Cina yang mengetahui spot-spot diving di Indonesia. 

Penulis: Harry Purnama