Mendekatkan Belitung ke Singapura

Saturday, 02 December 17   18 Views   0 Comments   Harry Purnama

Asnawi Bahar, Ketua Umum ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia), mengatakan bahwa Singapura merupakan salah satu penyumbang wisatawan utama ke Indonesia. Karena itu, sejalan dengan program Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata yang ingin menggencarkan kunjungan wisatawan cross-border, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata menggandeng maskapai Sriwijaya Air untuk membuka charter flight dari Singapura ke Belitung.

Charter flight tersebut akan digabung dengan paket wisata 3 hari 2 malam atau 4 hari 3 malam. Untuk paket wisata 3 hari 2 malam hanya seharga SGD318, dan untuk paket 4 hari 3 malam hanya SGD398. Paket wisata tersebut sudah termasuk tiket pesawat pulang-pergi, hotel, antar-jemput bandara, jalan-jalan ke tempat wisata, transportasi, dan makanan.

Untuk menyosialisasikan paket wisata tersebut, Kementerian Pariwisata mengadakan sales mission di Furama City Center Singapura pada 1 Desember 2017. Kegiatan sales mission tersebut membawa 11 seller dari Belitung untuk bertemu dengan 46 buyer dari Singapura.

Dengan adanya charter flight ini, turis Singapura tidak perlu waktu lama untuk menuju ke Belitung, di mana sebelumnya wisatawan Singapura harus terbang dulu ke Jakarta, lalu dari Jakarta baru menuju ke Belitung. Sekarang, dengan charter flight Sriwijaya Air ini, turis Singapura hanya membutuhkan waktu sekitar 50 menit untuk menuju ke Belitung. Untuk tahap awal ini, akan ada 10 charter flight menggunakan Sriwijaya Air yang dimulai pada 15 Desember 2017 hingga 5 Januari 2018, yakni pada tanggal 15, 17, 20, 22, 24, 27, 29, dan 31 Desember 2017, serta tanggal 3 dan 5 Januari 2018.

“Dulu pada tahun 2009-2012 pernah ada penerbangan reguler Sriwijaya yang menghubungkan Belitung dengan Singapura. Sekarang, kami ingin menghidupkan kembali rute penerbangan langsung tersebut, dimulai dengan penerbangan charter dulu,” ujar Franky Gan, Commercial Director NAM Air, salah satu maskapai dari Sriwijaya Air Group.

Asnawi Bahar pun sepakat dengan Franky. Menurut Asnawi, kegiatan sales mission ini selain bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan dari Singapura, juga untuk mendorong dibukanya penerbangan reguler ke Belitung.

Hal itu juga sejalan dengan program 3A dari Kementerian Pariwisata sebagai syarat untuk mendatangkan wisatawan asing lebih banyak ke Indonesia, yakni Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi. Saat ini Belitung sudah memiliki cukup banyak atraksi dan amenitas, karena itu apabila Sriwijaya Air berhasil membuka penerbangan langsung reguler dari Singapura ke Belitung, maka lengkap sudah persyaratan 3A tersebut untuk menjadikan Belitung sebagai satu dari 10 Bali Baru.

Tahun ini Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan 1,9 juta wisman dari Singapura, dan ke depannya diharapkan Belitung akan menjadi salah satu pintu masuk utama yang menyumbang wisman ke Indonesia.