Menikmati Sensasi Offroad Menembus Hutan Pinus

Friday, 10 November 17   9 Views   0 Comments   Harry Purnama
Offroad

Anda seorang petualang? Ingin menikmati sensasi wisata menembus hutan pinus dengan kendaraan offroad 4×4? Jika ya, Anda harus mencoba sensasi wisata yang ditawarkan Nglinggo Adventure Hill, operator offroad di Rimbono Homestay yang berada di Desa Wisata Nglinggo, Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta.

Pilihan paketnya beragam, mulai dari rute pendek ke Bukit Ngisis. Dari sana wisatawan akan diajak menikmati hamparan kebun teh dengan harga Rp200.000 per jip berisi tiga orang. Untuk rute sedang dengan jarak tempuh selama 2-4 jam, kisaran harga Rp500.000. Sedangkan rute panjang jarak tempuh antara 4-6 jam dengan harga Rp700.000. Ada juga paket ekstrem menyusuri hutan pinus seharian.

Karakteristik trek offroad-nya sendiri dijamin seru. Mulanya jip masuk menyusuri hutan dengan jalur seukuran badan mobil, lalu bertemu dengan tanjakan tujuh, yakni tanjakan dengan bentuk seperti angka tujuh. Setelah melintasi tanjakan tujuh, mobil melintas dengan trek miring yang membuat Anda sudah pasti berpegangan erat. Ada juga tanjakan patriot yang memiliki sudut kemiringan 45 derajat.

Tidak hanya itu, selanjutnya Anda akan melewati turunan pasrah. Disebut turunan pasrah karena jika musim hujan sudah pasti licin dan harus pasrah menyerahkannya kepada pengemudi.

Melkey Binaro, pemilik Rimbono Homestay yang juga Koordinator Pemasaran Desa Wisata Nglinggo, mengatakan, trek ini mulai dibuka pada awal tahun 2014. Awalnya, trek ini hanya digunakan oleh para pencinta olahraga offroad.

“Tapi kebetulan banyak tamu yang menginap dan ingin mencoba, akhirnya mereka menyebarkannya lewat media sosial. Dari situ terus berkembang sampai akhirnya resmi dipergunakan untuk wisata sejak 2015,” ujar Melkey.

Ia pun berharap seiring dengan rencana pemerintah daerah membuka jalur Bukit Menoreh, akan semakin banyak masyarakat yang turut serta menghidupkan atraksi wisata ini.

“Harapan ke depannya mobil jip tidak perlu mengundang dari tempat lain. Pemuda-pemuda desa di sini bisa mengambil jip sendiri. Syukur-syukur pemerintah mau memfasilitasi supaya pemuda dan masyarakat di sini bisa lebih mandiri,” kata dia.

Sutedjo, Wakil Bupati Kulon Progo, mengatakan, jalur Bedah Menoreh akan memiliki panjang 60 kilometer, menjadi salah satu akses menuju destinasi prioritas pariwisata Candi Borobudur dari Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

“Jalur yang membelah perbukitan menoreh (Bedah Menoreh) sudah dilakukan sejak tahun 2016, kini baru selesai sepanjang sembilan kilometer,” ujar Sutedjo.

Sutedjo mengatakan, nantinya tidak hanya warga Kulon Progo yang akan menikmati jalur Bedah Menoreh. Warga yang dilintasi jalur ini juga bisa memanfaatkannya dengan membuat atraksi wisata di daerahnya.

“Jalur Bedah Menoreh tersebut akan menyentuh desa-desa yang terdapat obyek wisata, antara lain ada Waduk Sermo, Kali Biru, Kedung Pedut, Goa Kiskendo, Sendratari Sugirwo Subali, Kebun Teh Tritis, Suroloyo, Sendang Sono, hingga Samigaluh,” katanya.