Pariwisata Sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Tuesday, 29 September 15   22 Views   0 Comments   Venue

Menyambut Hari Pariwisata Dunia pada 27 September 2015, Indonesia sebagai anggota UNWTO menegaskan kembali peran penting pariwisata sebagai sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dan inklusif. Tema peringatan “Satu Miliar Turis, Satu Miliar Peluang” semakin meyakinkan bahwa pariwisata punya peran penting dalam pergerakan perekonomian nasional. Di Indonesia, pariwisata menempati posisi ke-5 sebagai penghasil devisa terbesar.

“Jika target kunjungan wisatawan mancanegara akhir tahun 2019 mencapai 20 juta kunjungan, sektor ini dapat menggantikan posisi minyak dan gas sebagai penghasil devisa terbesar saat ini,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Selain itu, kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional juga meningkat sembilan persen pada 2014 dan diproyeksikan menjadi 15 persen pada 2019 mendatang. Industri pariwisata juga turut membuka lapangan pekerjaan, dari 11 juta menjadi 13 juta lapangan pekerjaan saat ini. Selain target 20 juta kunjungan wisman dalam lima tahun ke depan, Kementerian Pariwisata juga mencanangkan target terjadi 275 juta pergerakan wisatawan domestik serta pemasukan devisa menjadi Rp280 triliun dari Rp140 triliun saat ini.

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pariwisata menerapkan beberapa strategi. Pertama, penambahan bebas visa kunjungan (BVK) menjadi 45 negara setelah sebelumnya hanya 30 negara. Diharapkan pada akhir tahun 2015 kebijakan BVK dapat bertambah menjadi 90 negara. Kedua, kemudahan konektivitas penerbangan langsung dari negara wisman ke obyek wisata di nusantara. Ketiga, pemerintah menetapkan strategi pemasaran DOT (Destination, Original, Time) melalui tiga pintu masuk utama, yaitu Great Bali, Great Jakarta, dan Great Batam. Ketiga pintu masuk tersebut memberikan kontribusi sebesar 90 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia. Keempat, menggunakan strategi BAS (Branding, Advertising, Selling) yang mana masing-masing menggunakan porsi anggaran sebesar 50%, 30%, dan 20% dari pemerintah dan industri pariwisata.

Dalam kesempatan ini, Arief Yahya mengajak semua pihak dan stakeholder pariwisata untuk bekerja sama memaksimalkan potensi besar pariwisata sebagai sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, mempromosikan pembangunan pariwisata berkelanjutan, dan kehidupan bermartabat bagi semua.

Penulis: Mikhail