Pembangunan Homestay Desa Wisata Kemiren akan Diprioritaskan

Monday, 11 September 17   12 Views   0 Comments   Harry Purnama
Desa Wisata Kemiren
Foto: Venuemagz/Erwin

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Banyuwangi, Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas meluangkan waktu untuk memberikan bantuan kepada para pengelola homestay di Desa Wisata Kemiren, Banyuwangi, sekaligus memberikan arahan kepada para peserta kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas usaha masyarakat bagi pengelola homestay.

Arief Yahya mengatakan, Kementerian Pariwisata telah menetapkan Desa Kemiren di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai salah satu dari 10 desa wisata prioritas. “Pengembangan sarana prasarana dalam rangka menunjang aksesibilitas dan amenitas Desa Wisata Kemiren ini harus mendapat prioritas dengan melibatkan perangkat dan masyarakat desa dalam RPJMDes,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan, aksesibilitas dan amenitas ke desa wisata menjadi penting dalam memperkuat unsur 3A (Atraksi,  Aksesibilitas, dan Amenitas). Keberadaan fasilitas yang baik akan menjadi daya saing bagi Desa Wisata Kemiren dalam menarik wisatawan lebih banyak lagi.

Kegiatan peningkatan kapasitas usaha masyarakat destinasi pariwisata bidang pengelolaan homestay di Desa Kemiren ini berlangsung pada 9-10 September 2017. Acara ini menyertakan 55 orang pemilik homestay dengan menghadirkan narasumber antara lain Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang IT Samsriyono, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Perkotaan dan Wisata Perdesaan Vitria Ariani, serta dihadiri Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat (TKDPM) Oneng Setya Harini, perwakilan Disbudpar Kabupaten Banyuwangi, dan Kepala Desa Kemiren Lilik Yuliati.

Oneng Setya Harini menjelaskan bahwa Kementerian Pariwisata mendukung pengembangan homestay Desa Wisata Kemiren dengan alasan Banyuwangi sebagai salah satu top destination branding dan memiliki banyak event pariwisata serta komitmen pemda dan masyarakat yang menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi. Apalagi, dari Jakarta sudah ada penerbangan langsung oleh maskapai Garuda Indonesia dan Nam Air yang tentunya akan memberikan keuntungan besar bagi masyarakat Banyuwangi untuk peningkatan usaha mereka di bidang pariwisata.

Bantuan Kementerian Pariwisata bagi 55 pengelola homestay di Desa Kemiren antara lain lemari pakaian, seprai, tempat sampah, tong sampah besar, closet jongkok, signage peta homestay desa wisata dan sapta pesona, serta radio handy talky.