Pembentukan Badan Otorisasi Wisata Danau Toba

Tuesday, 29 December 15   0 Views   0 Comments   Venue

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga mencapai 20 juta wisman pada 2019, berbagai kebijakan ditempuh oleh pemerintah. Setelah menerbitkan bebas visa kunjungan kepada 174 negara dan kemudahan bersandar cruise bertaraf internasional, pemerintah juga akan menetapkan 10 pengembangan destinasi wisata di luar Bali. Ke-10 destinasi wisata tersebut ialah Labuan Bajo, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Wakatobi, Borobudur, Pulau Seribu, Mandalika, Morotai, Bromo, dan Danau Toba.

“Kesepuluh destinasi tersebut terdiri dari lima destinasi yang direvitalisasi, tiga kawasan ekonomi khusus, dan dua pendatang baru,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Danau Toba menjadi prioritas pertama yang akan direvitalisasi pada awal 2016. “Revitalisasi Danau Toba penting dilakukan karena Danau Toba pernah mencapai kunjungan hingga 300.000 pengunjung. Namun, saat ini kunjungannya turun menjadi tinggal 240.000 pengunjung. Karena itu, kami akan melakukan pembenahan,” ujar Arief Yahya.

Salah satu upaya untuk melakukan revitalisasi tersebut ialah sistem “1 single destination, 1 single management“. Menurut Arief Yahya, banyaknya pengelola di Danau Toba menghambat kemajuan pariwisata di sana. “Ada tujuh pihak yang terlibat dalam pengelolaan di Danau Toba. Dengan sistem 1 single management, diharapkan revitalisasi dan pengelolaan lebih mudah dilakukan,” katanya.

Arief Yahya juga menambahkan, dibutuhkan dana hingga Rp70 miliar untuk revitalisasi tersebut yang mencakup tiga kewenangan, yaitu pengembangan atraksi, penyediaan akses, dan penyediaan fasilitas di tempat atraksi. Untuk melakukan revitalisasi Danau Toba tersebut, pemerintah akan membentuk badan otorisasi pada Januari 2016 sambil menunggu ditandatanganinya keputusan presiden (Keppres) sebagai payung hukumnya.

“Setelah badan otoritas Danau Toba terbentuk, sembilan destinasi lain juga akan segera menyusul dibentuk badan otoritasnya,” tutup Arief Yahya.

Penulis: Mikhail