Pertumbuhan Pariwisata Indonesia di Atas Regional dan Global

Thursday, 11 January 18   14 Views   0 Comments   Harry Purnama
Rakor Danau Toba

Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengaku optimistis pertumbuhan wisatawan di Indonesia akan semakin baik di regional maupun global. Hal itu diungkapkan oleh Luhut dalam Rakor Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata Danau Toba dan Badan Otorita Borobudur yang diadakan di  Kampus IT Del, Tobasa, pada 10 Januari 2018.

Itu sekaligus memperkuat komitmen pemerintah, bahwa pariwisata pantas dijadikan core economy dan leading sector ke depan. Ini juga mempertegas pernyataan Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa hanya pariwisata yang membuat Indonesia menjadi yang terhebat di dunia.

“Pariwisata adalah cara yang paling cepat, mudah, dan murah untuk menghasilkan PDB, devisa, dan tenaga kerja,” ujar Arief Yahya.

Bahkan, Menko Luhut juga memaparkan proyeksi The World Economic Forum dan Pricewaterhouse Coopers yang memotret ekonomi Indonesia di 2030. Indonesia akan memiliki PDB peringkat 5 dunia, yakni sebesar US$5,424 triliun. Angka ini, menurut Luhut Pandjaitan, sudah berada di atas PDB negara maju saat ini, seperti Jerman atau Prancis. Nomor 1 adalah Cina dengan US$38,008 triliun, sedangkan di posisi kedua adalah Amerika Serikat dengan US$23,475 triliun.

“Kita sedang bergerak ke sana. Program pemerintah sudah on track, mulai pembangunan infrastruktur di kota maupun pedesaan, penyaluran dana desa, pengembangan pertanian, program Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, sampai Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera,” ujar Luhut.

“Indonesia merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi dunia dengan kontribusi 2,5 persen,” ujar Luhut.

Luhut mengatakan, investasi ke Indonesia paling banyak kedua setelah Singapura. Investasi di Indonesia mencapai sekitar US$3 miliar (sampai Agustus 2017), dua kali lipat lebih banyak dari tahun sebelumnya.

“Ada 244 perusahaan menyelesaikan 381 kontrak. Investor akan meningkatkan investasi lebih dari 10 persen, serta 50 persen investor asing menilai Indonesia lebih menarik daripada negara-negara Asia yang lain,” ujar Luhut.

Luhut pun menjelaskan berbagai kemajuan di Indonesia, antara lain pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai empat kali lipat pertumbuhan regional dan global. Pertumbuhan wisatawan mancanegara di Indonesia mencapai 25,68 persen, sedangkan di ASEAN hanya meningkat 7 persen dan di dunia meningkat 6 persen.

“Kami berkomitmen mengembangkan destinasi wisata prioritas atau 10 Bali Baru, salah satunya adalah Danau Toba dan Badan Otorita Borobudur (BOB),” ujar Luhut.

Kawasan Pariwisata Danau Toba maupun  BOB masih dalam proses pengembangan. Menko Luhut terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti meminta Kementerian Perhubungan terus memaksimalkan Bandara Silangit.