Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Wednesday, 15 July 15   1 Views   0 Comments   Venue

Tips Sebelum Mudik

1. Bila Anda menggunakan kendaraan pribadi, siapkan komponen cadangan yang berisiko tinggi dalam perjalanan, seperti ban, bohlam, sekring, tali kipas, minyak rem dan oli. Perlu juga Anda menyiapkan peta perjalanan, buku manual kendaraan, info tips mengatasi kondisi darurat, serta nomor telepon penting seperti ambulans, rumah sakit, juga kepolisian.

2. Pengendara pribadi juga perlu menyiapkan rencana perjalanan yang berisi keterangan tentang jadwal rute yang akan di tempuh dan lokasi-lokasi yang akan dijadikan tempat istirahat. Usahakan istirahat dengan tidur yang cukup sehari sebelum memulai perjalanan. Hindari meminum obat yang dapat menyebabkan kantuk. Tidak ada salahnya menyiapkan vitamin atau suplemen agar tetap segar kondisi badan Anda.

3. Bila Anda menggunakan jasa moda transportasi umum, pesanlah tiket jauh-jauh hari, sebelum hari keberangkatan minimal 30 hari sebelum pemberangkatan, bawalah barang seperlunya saja selama Anda menikmati liburan mudik Lebaran, jangan pakai perhiasan yang mencolok, lepas dan simpan di dalam tas, dan tentunya bawalah bekal makanan dan minuman secukupnya.

4. Berdoa sebelum memulai perjalanan.

 

Tips Liburan Mudik Lebaran

1. Menentukan lokasi tujuan perjalanan. Sebelum melangkah, Anda perlu mengetahui hendak ke mana dan obyek pariwisata serta tempat wisata alam yang akan di kunjungi. Kalau tidak, maka Anda hanya akan melakukan pemborosan biaya, waktu, dan tenaga.

2. Memilih rute yang akan dipakai untuk mencapai lokasi wisata yang dituju. Bagi yang hendak ke pedalaman, tentukanlah rute-rute ke kota terdekat dengan tujuan sesungguhnya. Misalnya, Anda hendak pergi ke Gunung Semeru dan berangkat dari Jakarta, maka Anda harus menentukan akan ke Malang lewat Surabaya, atau langsung ke Malang.

3. Pemilihan moda transportasi

Ini terkait erat dengan sebelumnya, karena tidak semua moda transportasi tersedia di semua jalur/rute tertentu. Misalkan, Anda hendak pergi ke Malang dari Jakarta tanpa melewati kota Surabaya (menghindari kemacetan di Porong, Sidoarjo), maka Anda harus memilih akan menggunakan moda transportasi apa yang tercepat, apakah kereta api, pesawat, atau mobil pribadi.

4. Persiapkan dana

Secara garis besar, siapkan dana untuk dua hal, yakni transportasi dan akomodasi. Untuk transportasi, carilah info berapa uang yang harus Anda keluarkan sesuai moda transportasi tempat wisata & tempat pariwisata yang telah Anda tentukan. Kalau membawa kendaraan sendiri, perkirakan berapa liter bensin yang harus dibeli. Sementara itu, untuk akomodasi, pertimbangkan di mana Anda akan tinggal? Hotel berbintang lima? Atau cukup di dalam tenda? Kalau di losmen, berapa harga rata-rata biaya menginap di losmen tempat wisata & tempat pariwisata yang terdapat pada kota-kota tujuan Anda? Ini berkaitan juga dengan lamanya Anda tinggal. Kalau tinggal di tempat keluarga atau kawan, mungkin tidak perlu keluar biaya, tapi sebaiknya Anda pertimbangkan secara serius untuk membawa oleh-oleh untuk mereka, agar Anda tetap menjadi “orang Timur”.

5. Persiapan untuk hal-hal darurat

Sebaiknya Anda memiliki minimal satu orang kenalan di sekitar tempat wisata yang Anda kunjungi. Sebaiknya Anda beri tahu kepada mereka bahwa Anda akan berada di sekitar kota tempat tinggalnya sehingga kalau terjadi sesuatu dengan Anda, maka ia akan bisa menolong Anda.

 

Tips Akomodasi/ Hotel Yang Tepat Sesuai Dengan Selera Dan Isi Kantong

1. Untuk mendapatkan hasil terbaik, pesanlah kamar terlebih dahulu melalui biro perjalanan atau cari info hotel dengan browsing di Internet dan cobalah fleksibel dengan jadwal.

2. Reservasi. Memesan tiket online sudah merupakan sebuah pilihan, tetapi disarankan untuk memesan melalui biro perjalanan. Bila memesan kamar hotel lewat biro perjalanan, buatlah salinan konfirmasi dan reservasi yang mereka berikan kepada Anda, yang menyatakan dengan jelas informasi mengenai hotel dan tanggal kedatangan serta tanggal Anda keluar. Bawalah informasi tentang konfirmasi atau print out reservasi dan e-mail ketika Anda check in.

3. Keterlambatan. Telat masuk hotel kerap terjadi, bahkan adakalanya dianggap hal biasa asalkan sudah punya reservasi yang pasti. Namun, yang terpenting ialah mengetahui berapa lama toleransi untuk keterlambatan. Biasanya hotel menahan reservasi normal sampai jam enam sore. Bagi yang tiba lebih malam diminta menjamin pemesanan dengan memberikan nomor kartu kredit. Dengan jaminan itu, Anda akan aman, bahkan bagi mereka yang tiba setelah tengah malam, ranjang hangat tetap menanti. Hotel berhak membatalkan reservasi yang belum dijamin. Bila Anda terlambat, telepon ke hotel dan minta mereka untuk menahan reservasi sampai Anda tiba.

4. Tidak ada kamar. Kendati tak ada kamar karena over-booking atau kesalahan dalam reservasi, tidak usah panik dan hilang semangat. Banyak hotel ikut membantu mengatasi masalah itu dengan memberi tawaran menginap di hotel yang masih dalam satu jaringan yang letaknya berdekatan. Jika reservasi Anda yang hangus, pastikan bahwa kualitas kamar di hotel yang baru sama atau lebih baik, dan Anda tidak dibebankan biaya tambahan. Hotel juga harus menanggung biaya transportasi Anda ke sana. Jika hal-hal ini tidak ditanggung, mintalah untuk bicara dengan manajer atau kontak biro perjalanan guna meminta bantuan.

5. Check in. Check in hanya dilakukan saat Anda telah tiba di lobi hotel dan menuju counter resepsionis untuk check in. Di tempat ini Anda diminta identitas diri dan hal lain yang berkaitan dengan penginapan Anda di hotel tersebut. Dengan pesanan yang sudah dibuat, pihak hotel biasanya menginginkan Anda menempati kamar secepatnya. Jika semua informasi telah dikonfirmasikan, pastikan bahwa harga yang diberikan adalah harga yang sesungguhnya. Setelah semuanya selesai, Anda akan diantar ke kamar oleh bellboy untuk menempati pilihan kamar Anda.

6. Yang Anda butuhkan. Hal-hal yang diperlukan sangat bergantung pada kebutuhan Anda, sebuah hotel dapat dikategorikan memadai jika terdapat: layanan laundry, pengering rambut, voltage converters, mesin pembuat kopi, kulkas atau perlengkapan dapur dalam kamar, koran pagi, makan pagi, internet, mini bar, kotak penyimpanan dalam kamar (in-room safe), TV kabel, film atau video games, fasilitas rekreasi, akses telepon ke luar, tempat parkir yang memadai, fasilitas antar-jemput ke bandara atau ke tempat lain, dan ranjang bayi atau kasur gulung.

7. Keamanan. Keamanan merupakan prioritas bagi Anda dan pihak hotel. Begitu memasuki kawasan hotel, berhati-hati dan waspadalah. Jika Anda membawa mobil, parkirlah di tempat yang terang, dekat jalan masuk ke kamar Anda, dan kunci semua pintu serta simpan barang-barang berharga dalam bagasi yang tidak terlihat sembarangan. Jika diberi pilihan, mintalah kamar dengan koridor jalan masuk di dalam. Saat berhadapan dengan resepsionis, mintalah penjaga menuliskan nomor kamar Anda sehingga tidak ada yang dapat mendengarnya dan simpan kunci kamar Anda secepatnya jika ada nomor kamar tercetak di atasnya. Begitu berada di kamar, kunci pintu dan cari tahu penjelasan tentang pintu darurat yang biasanya ada di belakang pintu. Jangan buka pintu untuk siapa pun kendati Anda sedang menunggu seorang teman atau room service, atau Anda pastikan mengenal orang tersebut dari suara maupun lewat lubang intip.

8. Yang perlu diperhatikan pada saat check out. Check out semestinya merupakan pengalaman yang menyenangkan sepanjang tidak ada kejutan, seperti barang tertinggal atau tagihan ekstra. Periksa kamar secara menyeluruh sebelum keluar, termasuk laci-laci, kloset, dan kamar mandi terutama di balik tirai, shower, dan di belakang pintu kamar mandi. Banyak hotel menentukan jam check out bervariasi antara pukul 11.00 – 14.00. Jika Anda butuh tambahan waktu, mintalah di awal atau Anda akan dikenakan biaya tambahan satu malam. Periksalah tagihan untuk memastikan semua biaya akurat, dan Anda menerima diskon yang pantas. Saat melakukan transaksi, mintalah tanda terima.