Solo Bersiap Jadi Tuan Rumah JTMIF 2016

Friday, 12 August 16   5 Views   0 Comments   Venue
Majalah Venue bakal menggelar Jawa Tengah Meeting & Incentive Forum (JTMIF) 2016. Perhelatan yang ketiga kalinya ini merupakan hasil kerja sama Majalah Venue dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Tengah. Kali ini, Solo menjadi tuan rumah JTMIF – yang sebelumnya diadakan di Semarang pada 2015. 

Menurut Kepala Divisi Iklan, Promosi, dan Sirkulasi Majalah Venue, Nurhayati Arief, perhelatan ini akan digelar pada 19-21 September. Pemilihan Solo menurutnya bukan tanpa alasan, “Kota ini merupakan destinasi MICE yang terus tumbuh. Infrastrukturnya komplit dan memiliki kekayaan budaya yang mampu memikat wisatawan mancanegara,” papar Nurhayati. Keberadaan JTMIF 2016 di kota itu, mampu mendorong bisnis MICE di Solo ke tingkat yang lebih tinggi.

Untuk melihat kesiapan Solo, Majalah Venue dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Tengah menggelar sosialisasi JTMIF 2016 pada 10 Agustus 2016 di Swiss-Belinn Saripetojo, Solo. Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Tengah Trenggono, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Surakarta Budi Sartono, Ketua DPC ASITA Daryono, Ketua DPC PHRI Abdullah Soewarno, General Manager Swiss-Belinn Saripetojo Faisal Trenggono, Perwakilan GM hotel se-Solo Raya, dan perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan se-Solo Raya.

Solo Bersiap Jadi Tuan Rumah JTMIF 2016

“Para pemangku kebijakan antusias menyambut event ini. Mereka hadir dan memberi dukungan agar acara ini sukses sebagaimana JTMIF sebelumnya,” papar Nurhayati. Dalam acara sosialisasi tersebut Majalah VENUE memberikan harga khusus bagi calon peserta sampai dengan 30 Agustus 2016. Dalam event kali ini Majalah VENUE juga menggandeng partner lokal yaitu SMICECOMM dan Sinergy Event dengan harapan penyelenggaraan di Solo jauh lebih sukses.

JTMIF ini merupakan ajang pertemuan bisnis dengan pola business to business (B2B), yang mempertemukan buyers dan sellers. Para buyers berasal dari pengelola kegiatan (Professional Organizer) dan sellers dari pelaku bisnis MICE dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya. Pada 2014, transaksi yang terhimpun dalam JTMIF 2014 mencapai Rp 4,7 miliar. Angka ini naik menjadi Rp 6 miliar pada perhelatan JTMIF 2015, “Transaksi tersebut merupakan realisasi omzet, bukan target dari penyelenggara,” ujar Nurhayati.

Event ini diharapkan dapat meningkatkan kuantitas bisnis MICE di Solo. Mengingat sejak 2008 Solo menjadi salah satu destinasi MICE utama nasional, terutama untuk meeting dan incentive. “Mudah-mudahan sinergi dan semangat seluruh stakeholders, dapat menaikkan peringkat Solo, dari rangking delapan ke yang lebih tinggi dan kian diperhitungkan dalam industry MICE nasional, bahkan internasional,” tutup Nurhayati.

Penulis: Ludhy Cahyana