Sumut Luncurkan Kalender Acara Pariwisata Danau Toba

Wednesday, 22 March 17   0 Views   0 Comments   Venue

Sebagai salah satu destinasi yang ditetapkan sebagai 10 destinasi prioritas pariwisata, Danau Toba terus berbenah. Baru-baru ini, Pemprov Sumatera Utara meluncurkan kalender acara 2017. Dari Mei hingga Oktober 2017, akan ada 15 kegiatan unggulan berupa festival, pesta budaya, karnaval, pertunjukan musik, serta wisata olahraga.

Ke-15 kegiatan unggulan di Danau Toba tersebut adalah Festival Toba (20-21 Mei 2017), Soposurung Art Festival (16-17 Juni 2017), Toba Nauli Photo Contest & Exhibition (27-30 Juli 2017), Pesta Bunga dan Buah (Kabupaten Karo, 6-9 Juli 2017), Festival Gondang Sabangunan (Kabupaten Humbanghas, 24 Juli 2017), International Toba Kayak Marathon (Kabupaten Tobasa, 28-30 Juli 2017), Paralayang (Kabupaten Tapanuli Utara), Toba Granfondo 2017, Karnaval Pesona Danau Toba (Kabupaten Tobasa), Festival Danau Toba (9-12 September 2017), Pesta Budaya Nyuah-Nyuah (Kabupaten Dairi, 26-30 September 2017), Pesta Rondang Bittang (Kabupaten Simalungun, 28-30 September 2017), EXCOTISM T.O.B.A. BLUE (7-9 Oktober 2017), Samosir Jazz Seasons (Kabupaten Samosir, 28 Oktober 2017), dan Toba Trail Ultra (28 Oktober 2017).

Nurhajizah Marpaung, Wakil Gubernur Sumatera Utara, mengatakan, kalender acara pariwisata Danau Toba 2017 merupakan bagian promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Danau Toba yang memiliki keunggulan dalam daya tarik budaya, alam, dan daya tarik buatan.

“Kami optimistis bisa mendatangkan 1 juta wisman. Sumatera Utara siap menyukseskan Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia yang akan mendatangkan jutaan wisman dan wisnus sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” kata Nurhajizah.

Nurhajizah mengatakan, kegiatan pariwisata di Danau Toba ditargetkan pada 2019 akan menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp16 triliun serta menciptakan 300.000 lapangan pekerjaan baru.

“Sumatera Utara pantas bersyukur memiliki Danau Toba yang indah. Kami menyadari potensi alam yang dimiliki bukan jaminan mendatangkan wisatawan ke Danau Toba. Oleh karena itu, dengan adanya atraksi dan budaya yang dimiliki Danau Toba ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan maupun lama tinggal wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Nurhajizah.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, mengatakan, apabila sebuah destinasi ingin sukses, harus seimbang antara event nasional dengan event internasionalnya. Arief menambahkan, percepatan pembangunan destinasi Danau Toba mempunyai peran penting dalam mewujudkan target pariwisata nasional tahun 2019 mendatangkan 20 juta wisman dan 275 juta pergerakan wisnus di Tanah Air.

“Suksesnya sebuah event dilihat dari kelanjutannya. Jadi, kalau ada event, jangan berhenti di situ saja. Selain itu, saya sarankan apabila mengadakan acara internasional harus dilakukan oleh orang yang profesional dan manajemen yang profesional. Sebab, apabila event itu sukses, 60 persen akan menjadi wisatawan repeater dari event tersebut,” kata Arief.

Penulis: Ahmad Baihaki