Supawan Teerarat: Hilangkan Ego Sektoral untuk Hidupkan MICE

Friday, 27 May 16   4 Views   0 Comments   Venue

Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) kembali menyelenggarakan seminar Indonesia MICE Forum pada 26 Mei 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Ini merupakan seminar Indonesia MICE Forum yang keempat kalinya dilaksanakan. Pada seminar ini, para partisipan akan berdiskusi mengenai perkembangan industri MICE terkini di Asia, terutama di Indonesia, serta melihat peluang apa saja yang dapat diambil untuk masa depan.

Para pembicara yang hadir pada Indonesia MICE Forum 2016 adalah Nino Gruettke, Managing Director VNU Exhibitions Asia Pacific Co., Ltd.; Walter Yeh, Executive Vice President Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dan Presiden Asian Federation of Exhibition and Convention Associations (AFECA); Gu Xuebin, Managing Director Info Salons Shanghai; Pravit Sribanditmongkol, Managing Director Kingsmen; Budi Tirtawisata, Chairman INACEB; dan IB Lolec Surakusuma, Head of Incentives Indonesian Chamber of Commerce and Industry.

Dalam rangkaian Indonesia MICE Forum juga ada acara Indonesia Business Forum yang mengundang TCEB (Thailand Convention & Exhibition) sebagai pembicara. Thailand menjadi salah satu kekuatan utama MICE di Asia. Ia berada di bawah Cina dan Jepang, baik dari sisi luas pameran dagang internasional maupun kunjungan wisatawan MICE. Pertumbuhan MICE di Negeri Gajah Putih itu ditopang oleh keindahan alam, budaya, dan infrastruktur MICE yang mumpuni. Sukses Thailand mendatangkan 1,1 juta wisatawan MICE pada 2015 lalu tak diraih dalam sekejap.

“Dulu orang hanya mengenal Bangkok, tapi kini Thailand memiliki empat lagi kota-kota MICE. Pembentukan kota-kota MICE selalu melibatkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta,” ujar Supawan Teerarat, Vice President, Strategic and Business Development TCEB. Kota-kota seperti Phuket, Khon Kaen, Pattaya, dan Chiang Mai telah tumbuh menyamai Bangkok dalam urusan MICE. Namun, mereka tak pernah bersaing berebut wisatawan karena memiliki karakteristik tersendiri.

Thailand Convention and Exhibition Bureau (TCEB) menjadi tulang punggung MICE Thailand. Marketing agency bidang MICE ini mula-mula didirikan pada 2002 melalui maklumat Kerajaan Thailand. Sejak 2004, TCEB resmi bergerak memasarkan destinasi MICE Thailand. Kerja keras TCEB berbuah manis. Dari sektor MICE, negeri itu menangguk 95,8 miliar bath atau sekitar Rp36,6 triliun.

“Kami langsung berada di bawah perdana menteri. Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha memberi dukungan penuh terhadap TCEB. Setiap tahun kami memperoleh anggaran sebesar US$50 juta (sekitar Rp675,6 miliar) untuk membiayai kegiatan TCEB. Dari angka itu, 30 persen merupakan biaya promosi destinasi MICE,” ujar Supawan.

Untuk memajukan industri MICE, ada tiga hal utama yang dilakukan oleh TCEB. Pertama, TCEB mendorong agar MICE tidak terpusat di Bangkok, dan mengajak seluruh stakeholder MICE Thailand bersatu dalam menciptakan event baru, kemudian mempromosikan ke luar negeri. “Kami mendorong setiap asosiasi dan destinasi untuk mengikuti bidding, dan membantu mereka untuk memenangkannya. Kami meyakini MICE harus dipegang oleh para profesional, pemikiran ini sejalan dengan kepentingan pemerintah. Maka MICE dan pariwisata menjadi kurikulum di berbagai universitas. Kami memiliki 70 universitas yang memiliki jurusan MICE,” ujar Supawan.

Kedua, pemerintah dan TCEB mendorong seluruh pemilik venue, event organizer, pengelola destinasi, maskapai penerbangan dan para pelaku bisnis lainnya untuk bekerja sama menghilangkan ego sektoral sehingga keuntungan dari MICE dirasakan oleh semua pihak. TCEB juga memberikan program insentif sebagai promosi bagi penyelenggara pameran dan wisata insentif. Misalnya, untuk pameran, TCEB memberikan uang US$100 bagi mereka yang mengajak 10 orang ke Thailand. Syaratnya, rombongan mereka harus melakukan bisnis pada saat pameran dagang.

Ketiga, bagi peserta konvensi atau wisata insentif, TCEB memberikan kemudahan dengan jalur khusus di bandara, diskon di mal, dan harga-harga khusus untuk penginapan dan restoran. Hal ini membuat kunjungan bisnis ke Thailand menjadi menarik. Dengan tiga jurus tersebut, industri MICE Thailand menjadi nomor satu di Asia Tenggara.

Penulis: Ludhy Cahyana