Super Diamond Seat Di Garuda Indonesia

Friday, 05 February 16   1 Views   0 Comments   Venue

Garuda Indonesia mulai melengkapi pesawat jarak jauhnya dengan kursi tipe terbaru di kelas bisnis. Kursi ‘Super Diamond Seat’ akan digunakan di pesawat jenis Airbus A330-300 dan Boeing 777-300ER. Untuk jenis pesawat A330-300, jumlah kursinya adalah 24 kursi, sedangkan untuk Boeing 777-300ER berjumlah 26 kursi. Keduanya menggunakan konfigurasi kursi 1-2-1. Konfigurasi tersebut menjamin setiap penumpang di kelas bisnis mendapat akses aisle yang mudah.

Super Diamond Seat dilengkapi dengan sistem in-flight entertainment Panasonic Ex3 dengan layar sentuh LCD 16 inci, dua colokan USB, colokan listrik, lampu baca, dan mini bar. Kursi tersebut juga bisa direbahkan hingga mencapai panjang 208 sentimeter dan lebar 61 sentimeter.

Super Diamond Seat akan digunakan di empat pesawat A330-300 terbaru yang akan diterima pada 2016, serta pada pesawat Boeing 777 yang ke-10 milik Garuda.

“Kedatangan pesawat-pesawat baru tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk menghadirkan pesawat yang modern dengan pelayanan terbaik. Hal itu juga sejalan dengan program ekspansi Garuda Indonesia di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa,” ujar Arif Wibowo, Presiden dan CEO Garuda Indonesia. “Tambahan pesawat ini kami harap akan memberikan nilai lebih kepada para pelanggan Garuda, terutama untuk pengguna Super Diamond Seat di kelas bisnis.”

Selain pengadaan Super Diamond Seat di kelas bisnis, Garuda juga telah meng-upgrade kelas ekonomi di pesawat penerbangan jarak jauhnya dengan layar sentuh 11 inci, colokan USB, colokan listrik, dan kursi yang dapat dimiringkan hingga 10 sentimeter.

Sebagai bagian dari program pembaruan, Garuda Indonesia akan menerima 16 pesawat baru, yakni satu Boeing 777-300ER, empat A330-300, empat ATR 72-600, dan delapan A320 yang akan dioperasikan oleh Citilink. Dengan demikian, jumlah pesawat yang akan dimiliki oleh grup ini menjadi 188 pesawat hingga akhir tahun 2016, yakni 144 pesawat untuk Garuda Indonesia dan 44 pesawat untuk Citilink.

Penulis: Harry Purnama