Target 12 Juta Wisman Pada 2016

Monday, 11 January 16   0 Views   0 Comments   Venue

Setelah berhasil mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 10 juta wisman pada 2015, Kementerian Pariwisata menetapkan target yang lebih tinggi lagi pada 2016, yakni 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengejar target kunjungan 20 juta wisman pada 2019 yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Dengan jumlah kunjungan 12 juta wisman tersebut, Kementerian Pariwisata juga berharap akan menghasilkan devisa mencapai Rp172 triliun. Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Pariwisata akan terus melanjutkan strategi pemasaran dan promosi dengan memfokuskan pada positioning dan memperkuat branding Wonderful Indonesia di negara-negara pasar utama, antara lain dengan kampanye pemasaran di media internasional maupun media luar ruang. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga tetap akan melakukan kegiatan promosi offline, sales mission, fam trip, dan mengikuti pameran pariwisata internasional seperti ITB Berlin, WTM London, CTM China, NATAS Singapura, MATTA Malaysia, dan sebagainya.

Selain menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara, pemerintah juga memasang target 260 juta pergerakan wisatawan nusantara sepanjang 2016. Target tersebut meningkat lima juta lebih banyak dibandingkan target pada 2015 yang 255 juta pergerakan wisatawan nusantara. Pergerakan wisatawan domestik ini tidak boleh dipandang sebelah mata mengingat pada 2015 jumlah pengeluaran yang dihasilkan oleh wisatawan domestik lebih tinggi daripada devisa yang dihasilkan wisatawan mancanegara, yakni Rp224,68 triliun berbanding Rp163 triliun.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, juga menjelaskan kesiapan industri pariwisata Indonesia dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yakni dengan mempersiapkan 28 standar usaha pariwisata serta menyiapkan 1.500 auditor standar usaha pariwisata. Kementerian Pariwisata juga akan memfasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja di bidang pariwisata serta pendirian 12 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang pariwisata.

Penulis: Harry Purnama