Taxi Fabric, Magnet Baru Kota Mumbai

Thursday, 25 February 16   1 Views   0 Comments   Venue

London dan New York boleh saja terkenal dengan taksi hitam dan kuningnya yang ikonik. Namun, Mumbai punya cara sendiri untuk menggaet penumpang, bahkan wisatawan. Adalah Taxi Fabric yang merupakan sebuah proyek seni yang mewadahi ide dan talenta sejumlah desainer muda ke dalam sebuah taksi.

Anda pasti bertanya, kenapa harus taksi? Di India, khususnya Mumbai, taksi tidak hanya alat transportasi umum, tapi juga bagian dari budaya lokal. Apabila selama ini layanan taksi difokuskan pada keramahan pengemudi, kini interior pun menjadi perhatian. Proyek yang diinisiasi Sanket Avlani bersama tiga rekannya tersebut bertujuan menghidupkan taksi Mumbai yang sebagian besar menggunakan mobil Fiat produksi tahun ’70-an.

Interior taksi-taksi tua itu disulap lebih menarik dengan membalut kursi dan atap mobil dengan kain aneka karakter dan warna. “Semua desainer kami lokal. Desain yang dihasilkan terinspirasi dari seluruh dunia, tapi primadonanya tetap Mumbai. Proyek ini merupakan upaya kami mempromosikan Kota Mumbai dan bakat kreatif anak mudanya,” kata Avlani.

Saat ini, Taxi Fabric telah menghasilkan 26 desain berbeda dan masuk dalam video klip grup band asal Inggris Coldplay berjudul Hymn for the Weekend. Inspirasi di balik karya-karya unik ini cukup beragam. Namrata Gosavi misalnya, mengaku mendapatkan inspirasi desain untuk The Good, the Bad, and the Beautiful dari serial komedi berjudul Filmy Chakkar yang sempat booming di era ’90-an. Serial yang ditayangkan Zee TV itu bercerita tentang kehidupan satu keluarga yang sangat terobsesi dengan Bollywood.

“Saya lahir dan dibesarkan di Mumbai. Keseharian saya diisi dengan taksi. Maka, ketika berkesempatan mendesain taksi, Bollywood adalah tema pertama yang ada di pikiran saya. Desain yang saya tampilkan identik dengan karakter pada film India yang menggambarkan aksi kepahlawanan, srikandi, dan penjahat,” katanya.

Sementara itu, Shweta Malhotra yang menghadirkan desain berjudul Chowpatty, mengaku terinspirasi dari Pantai Juhu. “Ini tentang nostalgia masa kecil di mana saya menghabiskan sebagian besar waktu di Pantai Juhu. Warna dan obyek yang ada dalam desain ini menggambarkan kondisi pantai tersebut yang merupakan bagian dari sesaknya Mumbai,” tutur Malhotra.

Tak hanya di dalam taksi, Sanskar Sawant bahkan mengaplikasikan desain berjudul Three Wheel Vibe ke dalam bajaj. Sawant mengatakan, idenya datang ketika dia traveling dari Jaisalmer menuju Kathmandu. “Yang menarik perhatian saya adalah hampir di tiap tempat ada bajaj. Ini membuat saya sadar bahwa becak dan bajaj adalah bagian dari kisah India,” katanya.

Tahun lalu, proyek ini mampu mengumpulkan dana lebih dari GBP11.000 atau setara dengan Rp205,5 juta melalui Kickstarter, platform pendanaan publik asal Amerika Serikat untuk proyek-proyek kreatif. Respons positif ini membuat Avlani dan rekan-rekannya berambisi mengajak desainer dari seluruh India untuk mendesain ulang interior bus, kereta api, dan subway.

Penulis: Siska Maria Eviline