Thailand Mengharapkan Lonjakan Turis dari Rusia

Monday, 28 September 15   1 Views   0 Comments   Venue

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tourism Authority of Thailand (TAT) pada tahun ini juga berpartisipasi dalam International Russia Travel Market-Leisure (OTDYKH-Leisure) sebagai target pasar mereka untuk mempertahankan profil pemasaran yang tinggi di semua sumber pasar Thailand. Event ini memainkan peranan penting dalam menjadikan Rusia sebagai salah satu dari 10 negara yang paling banyak menyumbang wisatawan datang Thailand.

Delegasi Thailand di OTDYKH-Leisure dipimpin oleh Kobkarn Wattanavrangkul, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand. Delegasi Thailand membawa lebih dari 14 ekshibitor, termasuk hotel, tur operator, dan agensi wisata. Paviliun Thailand dalam event tersebut mengangkat tema “2015 Discover Thainess” yang memiliki program-program menarik, antara lain Thai Fight for the Thailand Fan Club di Ray Arena yang memang diadakan untuk semakin menarik turis Rusia yang gemar menonton Muay Thai.

Dalam event tersebut, Tourism Authority of Thailand juga mendapat penghargaan sebagai Organisasi Pariwisata Nasional Teraktif. Selain Tourism Authority of Thailand, organisasi pariwisata nasional lain yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Dubai’s Department of Tourism & Commerce Marketing.

Rusia merupakan sumber turis terbesar Thailand dari Eropa. Negara ini juga merupakan salah satu dari enam negara yang berkontribusi lebih dari satu juta turis per tahunnya ke Thailand. Pada 2006, jumlah turis Rusia yang datang ke Thailand hanya mencapai 187.658 turis. Lalu pada 2014, jumlah ini melonjak hingga 1,6 juta turis.

Sayangnya, permasalahan ekonomi membuat turis Rusia yang datang ke Thailand berkurang. Namun, Tourism Authority of Thailand percaya diri perekonomian Rusia akan membaik, dan tahun ini Tourism Authority of Thailand menargetkan kedatangan turis Rusia sebanyak 900.000 hingga 1 juta turis di akhir 2015.

“Kami menyadari betapa signifikannya pasar dari Rusia. Kami juga merasakan dampak krisis ekonomi saat ini, yang tidak hanya dirasakan oleh Rusia, tapi juga Thailand. Namun, kami ingin menekankan bahwa Thailand akan tetap menjadi teman baik Rusia, terutama di masa-masa sulit seperti ini,” ujar Menteri Kobkarn, seperti dikutip dari Ftnnews.

Rusia dan Thailand telah menandatangani perjanjian kerja sama pariwisata periode 2015-2017. Melalui kerja sama itu, Pemerintah Thailand telah mengizinkan Rusia untuk membangun pusat kebudayaan di Bangkok. Selain itu, turis Rusia bisa mendapat bebas visa selama 30 hari untuk masuk ke Thailand. Pada September 2015, ada tujuh penerbangan langsung Bangkok-Moskow setiap pekan, yang dioperasikan oleh Aeroflot Russia Airlines.

Penulis: Hanifah Mutiara Sylva