Turis dari Asia Tenggara Mengisi Kekosongan Turis Cina di Korea

Monday, 06 February 17   1 Views   0 Comments   Venue

Saat ini kesadaran dan preferensi terhadap pariwisata Korea di Asia Tenggara tengah meningkat berkat gempuran Korean Wave (Hallyu). Sementara itu, kesadaran dan preferensi wisatawan Cina yang mengisi hampir setengah dari jumlah wisatawan asing ke Korea justru menurun.

Hasil dari “Penelitian Efektivitas Pemasaran Iklan Promosi Pariwisata Korea tahun 2016” yang dilakukan oleh Korea Tourism Organization (KTO) bersama dengan Nielsen Korea menunjukkan bahwa kesadaran dan preferensi berwisata ke Korea dari Cina menurun. Banyak yang menyebut turunnya kesadaran dan preferensi wisatawan Cina ke Korea tersebut disebabkan oleh antipati Cina terhadap keputusan penetapan sistem pertahanan rudal Korea atau THAAD (Terminal High-Altitude Area Defense).

Penelitian tersebut dilakukan secara daring kepada 12.000 responden, baik laki-laki maupun perempuan, dari 20 negara. Di sisi lain, minat berwisata ke Korea dari negara-negara di Asia Tenggara justru sedang tumbuh pesat. Kesadaran dan preferensi dari Thailand, Indonesia, dan negara lainnya cenderung naik. Dalam penelitian preferensi wisata pun, preferensi wisata negara-negara di Asia Tenggara ke Korea sangat tinggi.

Faktanya, jumlah orang yang mencari Korea di Asia Tenggara meningkat secara signifikan. Tahun lalu, kunjungan wisatawan dari enam negara utama di Asia Tenggara meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Misalnya, Vietnam meningkat 55 persen dan Indonesia meningkat 53,2 persen.

“Latar belakang meningkatnya kunjungan wisatawan Asia Tenggara adalah penyebaran Korean Wave (Hallyu). Khususnya, dengan populernya drama Korea, konsumsi terkait pun meningkat, dan minat terhadap pariwisata Korea juga semakin besar. Wisatawan Asia Tenggara yang berkunjung ke Korea untuk melihat salju di musim dingin, yang tidak bisa dilihat di Asia Tenggara, atau untuk bermain ski, atau pergi ke Korea untuk melakukan foto pernikahan, telah menjadi hal yang biasa dan rutin saat ini,” ujar OH Hyonjae, Direktur KTO Jakarta.

Penulis: Harry Purnama