Vietnam Bakal Serius Incar MICE

Thursday, 09 June 16   5 Views   0 Comments   Venue

Vietnam bukanlah kekuatan MICE utama di Asia, bahkan di Asia Tenggara. Namun, dapat dipastikan dalam lima tahun ke depan negeri itu bakal siap bersaing dengan koleganya di Asia Tenggara. Modal Vietnam tak bisa dipandang sebelah mata: harga murah dan panorama indah. Soal infrastruktur dan fasilitas MICE, negeri itu bergegas berbenah. 

Seperti yang dikutip dari vietnambreakingnews.com, Gilbert Whelan, Presiden Vietnam MICE Club-lembaga yang dibentuk pada tahun 2011-mengakui kekurangan Vietnam hanya soal kurang agresif mendatangkan event internasional. 

“Tujuan kami adalah menciptakan sebuah kerangka kerja untuk membawa pemilik usaha, operator hotel, perusahaan penerbangan, dan agen perjalanan bersama-sama untuk bertemu dan bertukar informasi,” kata Whelan. 

Vietnam, menurut Whelan, masih tertinggal jauh dalam memanfaatkan industri meeting alias MICE meskipun memiliki banyak potensi. Menurut Whelan, Vietnam harus mampu meniru apa yang dilakukan Singapura dan Cina yang berhasil menyatukan seluruh elemen pariwisata sehingga mampu membawa miliaran dolar ke negeri mereka. 

Whelan mengatakan, prospek industri MICE di Vietnam sangat jelas. Perhotelan dan pariwisata Vietnam terus mengikuti tren, persoalannya hanyalah belum memiliki terobosan serius untuk menggarap MICE. Yang harus dilakukan Vietnam, menurut Whelan, adalah menangkap peluang dari membaiknya ekonomi dunia dengan menggarap bisnis pameran, pertemuan, dan event-event promosi.

Potensi MICE di Vietnam

Vietnam memang belum memiliki exhibition dan convention hall raksasa. Untuk itu Vietnam masih bertumpu pada wisata insentif. Padahal, di tengah pertumbuhan ekonomi Vietnam yang relatif bagus, negeri itu butuh ruang konvensi, pelatihan, dan pameran serta pemasaran produk. Jadi, wisata MICE merupakan pilihan yang tepat. Begitulah keyakinan Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam (Vietnam National Administration of Tourism), lembaga yang mengurusi pariwisata Vietnam. 

Vietnam merupakan langganan wisata insentif bagi Honda dan Toyota untuk menggelar pelatihan di pabrik-pabrik yang berbeda, pasar yang berbeda bagi karyawan mereka. Ada sekitar 500-1.000 peserta di setiap acara. Tren ini sudah dimulai sejak 2008, mengikuti serangkaian perjanjian berbagai perusahaan yang melakukan bisnis dengan kolega mancanegara mereka. 

MICE masih terkonsentrasi di Hanoi dan Ho Chi Minh, dan tempat wisata lainnya seperti Pulau Phu Quoc, Kota Ho Chi Minh, Danang, Hue, dan Nha Trang. Ada ribuan perusahaan yang bekerja di industri MICE di Vietnam, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 20 persen. 

Menurut Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam, para turis MICE mendatangkan devisa yang besar karena mereka selalu memesan hotel bintang 4-5 dengan layanan berkualitas tinggi serta tur yang harus tailor made-dirancang untuk memenuhi permintaan khusus. Industri MICE membawa pendapatan besar untuk pariwisata. Diperkirakan bahwa pendapatan dari MICE bisa enam kali lebih banyak dibanding pariwisata lainnya di Vietnam. 

“Para turis MICE Eropa itu menghabiskan US$700-US$1.000 per hari, sedangkan yang dari Asia sekitar US$400 per hari,” ujar Nguyen Khac Huyen, Direktur Hoabinh Tourist & Convention.

Sayangnya, hanya Hanoi dan Ho Chi Minh yang menikmati kedatangan turis MICE itu. Kedua kota itu memiliki wisata belanja, wisata ekologi, dan wisata budaya paling baik di seantero Vietnam.

Penulis: Ludhy Cahyana