Bale Raos, Sajian Autentik Keraton Jogja

Monday, 21 March 16   4 Views   0 Comments   Venue

Berdiri di lingkungan Keraton Sultan Yogyakarta, Bale Raos Restaurant hadir dengan kuliner autentik keraton berpadu budaya lokal. Keberadaannya diinisiasi oleh Ratu Hermas, istri Sultan Hamengkubuwono X, yang berkeinginan melestarikan sekaligus mendekatkan kuliner khas keraton kepada masyarakat. Ide tersebut kemudian direalisasikan KGP Haryo Hadiwinoto, adik Sultan Hamengkubuwono X, pada 23 Januari 2004 yang awalnya diperuntukkan bagi kalangan terbatas. Baru pada tahun 2006, menurut Sugeng, General Manager Bale Raos, restoran ini membuka pintunya bagi pengunjung umum.

Dari sisi interior, Bale Raos menonjolkan gaya tradisional yang didominasi material kayu, ukiran, serta warna hijau yang menyimbolkan keagungan dan kemakmuran. Nuansa tersebut diperkuat dengan kehadiran kolam, taman, dan jajaran sangkar burung yang tertata apik di halaman restoran. “Di Bale Raos, pengunjung tidak sekadar menikmati hidangan khas keraton. Kami juga menawarkan suasana Keraton Yogyakarta yang kental dengan sejarah,” ungkapnya.

Sugeng menjelaskan, Bale Raos terbagi atas dua area utama, yaitu outdoor dan indoor. Untuk area outdoor, restoran ini menawarkan dua joglo yang terletak berseberangan: Joglo Selatan berkapasitas 90 orang dan Joglo Utara dengan daya tampung 50 orang. Masing-masing joglo disokong Soko Guru (tiang utama) yang dihiasi ukiran khas keraton berwarna keemasan dan lampu gantung bergaya antik. Diakui Sugeng, sebagian besar tamu menjadikan area outdoor sebagai tempat favorit. Pasalnya, di area ini pengunjung berkesempatan menikmati langit malam sembari bersantap.

Sementara itu, area indoor seluas 36×36 meter persegi mampu menampung 400 orang, baik untuk long table dan round table. Bagian ini, kata Sugeng, dapat disekat menjadi empat ruang terpisah dengan kapasitas 20-30 orang. “Kami menyediakan atraksi tambahan untuk menemani momen bersantap pengunjung, mulai dari tarian tradisional khas keraton hingga suguhan musik keroncong yang dapat dinikmati setiap Jumat dan Sabtu malam,” imbuhnya.

Kekuatan sajian Bale Raos terletak pada cita rasa kuliner keraton yang diadaptasi dari sejumlah menu favorit Sultan Hamengkubuwono IX dan disesuaikan dengan lidah pengunjung umum. Sebagai pembuka, pengunjung dapat menikmati Selada Huzar yang konon kerap dihidangkan untuk Sultan Hamengkubuwono VIII. Menu ini terdiri atas kentang goreng, buncis, timun, wortel, bawang merah, dan telur yang disajikan bersama mayones.

Untuk menu utama, Bale Raos menawarkan tiga menu favorit. Pertama, Bebek Suwar-Suwir yang merupakan menu kreasi juru masak keraton berdarah Belanda. Daging bebek dalam menu ini diolah bersama kedondong dan disajikan bersama saus kedondong parut yang memberikannya cita rasa asam manis. Kedua, Bestik Lidah yang menyajikan lidah sapi bersama saus kental, Kentang Ongklok, dan serces (sayuran kesukaan Sultan Hamengkubuwono IX). Sebagai informasi, Kentang Ongklok diolah dari kentang, susu, dan mentega yang dikukus dalam panci bertutup. Ketika kuah mengental, panci akan diguncang-guncang hingga tekstur kentang tercacah kasar.

Ketiga, Sekul Jene yang merupakan tumpeng nasi kuning dalam balutan daun pandan. Menu yang biasanya disajikan dalam berbagai acara adat ini dihidangkan bersama rolade kuning telur, keripik kentang, dendeng ragi, tempe, sambal goreng udang, dan sayuran segar. “Menu favorit lainnya adalah Nasi Bakar Ayam Panggang yang kami sajikan dengan taoge dan bumbu kacang,” kata Sugeng.

Untuk hidangan penutup, Bale Raos menawarkan Manuk Nom, puding bercita rasa manis yang diolah dari tape ketan hijau. Sebagai penyeimbang rasa, pengunjung dapat menikmati Manuk Nom dengan Teh Sereh yang memiliki rasa manis asam. Untuk minuman, Beer Djawa dapat menjadi andalan. Tidak perlu khawatir menu ini mengandung alkohol karena diracik dari jahe, secang, jeruk nipis, dan sereh. “Beer Djawa diciptakan saat Sultan Hamengkubuwono VII menjamu tamu dari Belanda.”

Sugeng menuturkan, pengunjung Bale Raos 60 persen didominasi oleh korporasi dan sisanya diisi grup wisata. Ini kenapa Bale Raos menyediakan sederet fasilitas meeting, seperti Ballroom Bale Raos berkapasitas 400 orang dan hall bergaya outdoor dengan daya tampung 40 kursi. “Dalam seminggu, kami bisa menerima pesanan meeting dari dua perusahaan. PT KAI, PT Pos Indonesia, Indosat Ooredoo, dan beberapa perusahaan farmasi adalah sederet perusahaan yang pernah menggelar pertemuan dan event di sini,” ujarnya.

BALE RAOS RESTAURANT

Jl. Magangan Kulon No. 1 Yogyakarta 55283

T/F: (0274) 415550

E: baleraos_yogya@ymail.com

W: baleraos.co.id

 

Jam operasional:

Senin-Minggu, pukul 10.00-22.00 WIB

Kisaran Harga:

Makanan: Rp15.000-Rp27.000

Minuman: Rp15.000-Rp25.000

Penulis: Mikhail