Restoran Belanda dengan Menu Nusantara

Tuesday, 27 December 16   21 Views   0 Comments   Venue

Berada di lokasi yang strategis, 1953 Restaurant Indonesien menyajikan menu autentik nusantara dari seluruh Indonesia. Menariknya, suasana restoran justru memadukan konsep modern ala Eropa dan Indonesia dengan suasana yang tenang dan nyaman. Restoran ini didesain oleh arsitek dari Prancis sehingga konsep Eropanya begitu original.

Begitu masuk ke 1953 Restaurant Indonesien, terdapat banyak kaca berlatar belakang dinding hitam sehingga menghasilkan kesan ruangan yang luas. Dinding-dinding restoran juga terasa begitu hidup karena memiliki warna yang berbeda-beda, seperti merah, hitam, kuning, dan putih, ditambah dengan lantai kotak-kotak layaknya seperti papan catur sehingga pengunjung mendapatkan sensasi yang tidak ditemui di tempat lain.

Perihal nama yang agak “berbau” Belanda tersebut, Biandy Purba, Sales Manager 1953 Restaurant Indonesien, mengatakan bahwa nama tersebut diambil dari nama sebuah bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1953. Apalagi, dulunya area Panglima Polim tempat restoran ini berada adalah kompleks orang-orang Belanda.

“1953 Restaurant Indonesien baru memiliki satu cabang di Jakarta, dan ke depannya diharapkan dapat memperluas bisnisnya di seluruh Indonesia. 1953 Restaurant Indonesien ingin menampilkan sesuatu yang berbeda mulai dari rasa makanan hingga konsep ruangan. Untuk menghadapi persaingan bisnis, restoran harus mempunyai warna yang jelas dan konsisten sesuai dengan target pasar,” kata Biandy.

Biandy menuturkan, 1953 Restaurant Indonesien menyasar kalangan kelas menengah atas, sebab dari tempat dan juga suguhan menu makanan yang ditawarkan dalam porsi besar dan memberikan rasa masakan nusantara yang tidak dapat ditemukan di restoran lain. Makanan yang ditawarkan 1953 Restaurant Indonesien mulai dari gado-gado, nasi goreng, sayur asem, dan nasi campur Bali. Untuk menu makanan yang menjadi rekomendasi 1953 Restaurant Indonesien adalah Ayam Bakar Bumbu Kecombrang Nasi Kencur yang terbuat dari bumbu rempah-rempah yang dicampurkan dengan kencur sehingga nasinya berwarna kekuningan ditambah dengan sambal kecombrang.

Untuk menu minuman, yang menjadi rekomendasi adalah Solanum Polim yang terbuat dari terong Belanda yang dicampur dengan jus nanas dan jus lemon. Tersedia pula minuman segar Mega MendungĀ  yang menggunakan bahan dari jahe, lemon, dan sirop blue curacao.

1953 Restaurant Indonesien juga dapat difungsikan untuk berbagai kegiatan. Restoran dua lantai ini memiliki 100 kursi yang dipisah menjadi area merokok dan tidak merokok. Selain itu, ada pula area outdoor yang dilengkapi bar, tiga ruang privat dengan kapasitas mulai dari 12 orang hingga 24 orang, dan ruang multifungsi yang berkapasitas hingga 50 orang. Fasilitas meeting yang disediakan antara lain konektor HDMI, sound system, dan LCD TV 43 inci. Biandy mengatakan, perusahaan yang pernah mengadakan meeting di 1953 Restaurant Indonesien antara lain Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri, dan WIKA.

Nama: 1953 Restaurant Indonesien

Jam operasional: 11.00-23.00 WIB

Harga Makanan: Rp39.000-Rp199.000

Harga Minuman: Rp25.000-Rp4.500.000 (termasuk minuman alkohol)

Alamat: Jl. Panglima Polim III nomor 93, Jakarta SelatanĀ 

T: 021-7241953

Penulis: Ahmad Baihaki