Tips Organizer Memperkuat Modal

Monday, 23 May 16   0 Views   0 Comments   Venue

Selain persoalan sumber daya manusia, permodalan yang minim menjadi pemicu masih sedikitnya pemain besar di bisnis event organizer di Indonesia. Sementara, para pemain global yang bermodal besar kian menjamur. Berikut ini beberapa kiat sederhana yang dapat dilakukan organizer untuk memperkuat kapital guna menghadapi persaingan yang kian ketat.

1. Pembiayaan Bank

Bagi organizer yang sedang mengerjakan banyak proyek tetapi kehabisan modal, kredit dari perbankan menjadi harapan terakhir. Namun, bukan berarti bebas dari masalah. Pasalnya, suku bunga bank saat ini terbilang belum bersahabat dengan organizer, persyaratan kreditnya pun rumit. Untuk mendapatkan pinjaman, organizer harus melampirkan kelengkapan berupa perizinan usaha, company profile, dan laporan keuangan dalam beberapa tahun terakhir; tidak masuk daftar hitam atau kolektabilitas kurang lancar ke perbankan; minimal usaha berlangsung dua tahun; dan tentunya mempunyai aset yang dapat dijadikan agunan. Selain itu, organizer juga harus melampirkan SPK (Surat Pemberi Kerja) dari instansi terkait. Apabila cash flow perusahaan memungkinkan untuk membayar cicilan dan proyek yang akan digarap menjanjikan keuntungan, tentu tidak ada salahnya organizer mencari dana segar dari perbankan.

2. Mengatur Cash Flow

“Banyak acara, kurang modal” masih menjadi momok para organizer, terutama bagi mereka yang menggarap kegiatan pemerintah. Walhasil, organizer dituntut piawai mengatur cash flow agar proyek lain yang waktu pelaksanaannya berdekatan tetap dapat terselenggara. Misalnya, setiap pendapatan yang diperoleh dari sebuah proyek acara dialokasikan sebagai dana cadangan. Kemudian, pembukuan keuangan pribadi dan usaha‚??yang lazim dilakukan oleh pebisnis berskala menengah dan kecil‚??haruslah dihindari.

3. Selektif Memilih Acara

Selain mengatur cash flow, keterbatasan kapital juga membuat para organizer lebih selektif memilih proyek. Jadikan acara-acara yang minim risiko tetapi menjanjikan keuntungan besar sebagai prioritas dalam menggarap sebuah kegiatan.

4. Relasi yang Baik dengan Para Supplier

Hubungan baik menjadi kunci bagi mereka yang berkecimpung dalam sektor jasa, termasuk di bisnis MICE. Membina hubungan baik jangan hanya dilakukan kepada para pemberi proyek, tetapi juga kepada para supplier event. Memiliki hubungan baik dengan para supplier tidak hanya memberi keuntungan dengan mendapatkan harga terbaik, tetapi juga kelonggaran batas waktu pembayaran untuk setiap produk atau jasa yang digunakan oleh organizer.

Penulis: Harry Purnama