Balai Sudirman Mulai Membidik Pasar Pameran

Friday, 04 August 17   8 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
Balai Sudirman
Foto: Dok. Balai Sudirman

Tahun esok bukan hanya acara pernikahan yang akan meramaikan Balai Sudirman, melainkan juga kegiatan pameran, meeting, gathering, ataupun corporate event. Hal itu seiring dengan strategi bisnis manajemen yang akan fokus membidik pasar MICE.

Sebagai tempat penyelenggaraan resepsi pernikahan, Balai Sudirman sudah akrab di telinga warga Jabodetabek. Arsitektur mewah dan lokasinya yang strategis berhasil menarik hati para calon pengantin. Tidak mengherankan apabila pada tahun 2015 ratusan resepsi pernikahan berlangsung di tempat ini.

Agus G., Kepala Humas Balai Sudirman, menjelaskan, konsep arsitektur gedung Balai Sudirman bergaya Indonesia-Eropa. Hal itu tecermin dari bentuk balkon, ukiran, dan lukisan yang menghiasi dindingnya. Sementara untuk gaya lampu, desainnya berasal dari Indonesia, layaknya bangunan-bangunan kerajaan.

Meskipun gedung-gedung pernikahan baru terus bermunculan, pamor Balai Sudirman tidak juga meredup. Minat melangsungkan resepsi pernikahan di Balai Sudirman tetap tinggi. Namun, pengelola Balai Sudirman, yang berada di bawah naungan Mabes TNI, tidak lantas berpuas diri. Pada tahun 2017, manajemen mencoba memperluas pasarnya dengan fokus menggarap ceruk bisnis pameran.

Menurut Agus, pada tahun 2015, dari 307 acara yang berlangsung di Balai Sudirman, resepsi pernikahan mendominasi sekitar 75 persen, 20 persen dari event (termasuk pameran), dan 5 persen dari acara sosial.

“Namun, jumlah event yang berlangsung pada tahun ini akan lebih sedikit dari 2015. Selain banyak gedung baru, perekonomian nasional juga melambat. Tahun ini mungkin hanya 250 event yang berlangsung di sini,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, sejatinya, kali pertama dibuka untuk umum pada 10 Oktober 1997, Balai Sudirman memang dipersiapkan untuk menjadi tempat penyelenggaraan pameran. Ketika itu, peresmian Balai Sudirman—yang sebelumnya merupakan tempat “rehabilitas mental” prajurit TNI—dibarengi dengan pameran alutsista.

Untuk menangkap pasar pameran, Balai Sudirman menawarkan ruangan Panti Prajurit dan Panti Perwira, yang masing-masing berluas 3.080 meter persegi (70×44 meter) dan 1.540 meter persegi (44×35 meter). “Panti Prajurit mampu memuat sekitar 90-110 stan pameran (stan ukuran 3×3 meter), sedangkan Panti Perwira cukup untuk sekitar 30 stan pameran,” kata Agus.

Kapasitas parkir Balai Sudirman pun terbilang lumayan, mampu menampung hingga 750 kendaraan. Untuk daya listrik, tempat ini dibekali dengan 10.000 VA ditambah cadangan generator hingga 800.000 VA. “Fasilitas parkir kami gratis. Untuk pengamanan, Balai Sudirman langsung di bawah Mabes TNI. Fasilitas loading dock juga tersedia untuk mendukung kegiatan pameran,” katanya.

Soal harga, Agus mengatakan, biaya sewa Balai Sudirman Rp28 juta untuk hari biasa dan Rp44 juta pada akhir pekan. “Rata-rata exhibition berlangsung pada akhir pekan, sama dengan acara resepsi pernikahan. Kemungkinan Balai Sudirman akan mengkhususkan pada acara pameran pada bulan-bulan tertentu, ketika dirasa merupakan waktu yang tepat untuk pameran,” ungkap Agus.

Untuk menggarap pasar MICE, saat ini Agus mengaku tengah mencari SDM yang mumpuni, terutama dalam hal memasarkan Balai Sudirman sebagai tempat penyelenggaraan pameran ataupun pertemuan. “SDM berpengalaman penting untuk menyusun strategi bisnis di pasar MICE,” katanya.