Festival Seni dan Tari di Ciputra Hall

Wednesday, 26 October 16   17 Views   0 Comments   Venue

Ciputra Hall – Performing Arts Centre merayakan ulang tahunnya yang ketiga dengan menggelar festival seni. Setelah dua tahun sebelumnya diramaikan dengan Dance Festival, maka pada tahun ini Ciputra Hall memperluas festival seni tersebut juga ke bidang musik.

Melalui tema “Magnificent Indonesia“, festival seni yang digelar selama tiga hari dari tanggal 21 sampai 23 Oktober 2016 ini berhasil mendapatkan respons positif dari masyarakat pencinta seni dan juga masyarakat umum. Tema tersebut dipilih untuk semakin mengembangkan kekayaan dan keindahan kebudayaan Indonesia yang mungkin sering kali terabaikan.

Pada hari pertama, festival seni diisi dengan pertunjukan Jazz Music Parade dari berbagai institusi di Surabaya, seperti ITS Jazz Band, SMADA Big Band, Fussion Jazz Community, Yon Piliang Family’s, serta komposisi unik jazz dalam balutan orkestra yang dipersembahkan oleh Airlangga Orchestra. Dari salah satu kelompok tersebut akan dipilih 1 band favorit melalui voting untuk mendapatkan uang pembinaan.

Dalam acara tersebut juga hadir bintang tamu Gilang Ramadhan yang turut meramaikan festival. Gilang mempersembahkan penampilan solonya yang memukau di atas panggung yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan bersama dengan para pemusik lain. Penampilan bersama ini menjadi puncak dari Jazz Music Parade dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari penonton yang hadir.

Di hari berikutnya, dalam Dance Festival, apresiasi dari penonton pun tidak kalah besarnya. Sebanyak 710 kursi yang tersedia pun terisi penuh oleh para penonton. Dengan dukungan dari berbagai institusi, yakni Center Point Ballet Academy, Premiere School of Ballet, Flamboyant Ballet School, First Move Crew, Takupaz Dance Crew, Universitas Negeri Surabaya, Sawung Dance Studio, Raff Dance Company, serta One Fun CreativePerformance, Dance Festival ini dapat berlangsung dengan sangat meriah melalui berbagai penampilan solo mereka dan juga kolaborasi akbar sebagai pertunjukan spesialnya. Ini merupakan Dance Festival ketiga yang diadakan oleh Ciputra Hall – Performing Arts Centre.

Sebagai penutup rangkaian festival seni, di hari ketiga ada Festival Kolintang. Kolintang sendiri merupakan alat musik asli Indonesia, dan diharapkan melalui festival ini budaya Indonesia akan semakin berkembang, terutama kesenian musik tradisional Indonesia. Antusiasme dari berbagai kelompok kolintang di Surabaya begitu luar biasa sehingga festival ini menjadi sebuah festival yang mampu dinikmati oleh khalayak umum. Dalam festival ini pula dipilih lima kelompok anak-anak dan lima kelompok dewasa wanita yang akan mendapatkan uang pembinaan dalam mengembangkan permainan mereka dalam kolintang.

Penulis: Harry Purnama