Grand City Convention Center Membawa Surabaya Ke Panggung Internasional

Thursday, 02 March 17   106 Views   0 Comments   Venue

Industri tumbuh pesat, tapi Surabaya jarang dihampiri pameran dan konferensi internasional. Persoalannya, tak ada convention hall bertaraf internasional. Kini, ada Grand City.

Fakta berikut ini cukup mengganggu. Sebagai kota industri nomor dua terbesar di Indonesia dan tempat penyelenggaraan lebih dari 100 pameran setiap tahunnya, Surabaya jarang menjadi destinasi ekshibisi business to business (b to b) maupun konferensi internasional. Kota tersebut ternyata belum menjadi pilihan.

“Persoalannya tempat,” kata Yusak Anshori, Direktur Eksekutif Surabaya Tourism Promotion Board.

Surabaya tentu saja memiliki banyak hall ekshibisi dan konferensi dengan luas sekitar 2.000-7.000 meter persegi. Ukuran tersebut cukup untuk pameran maupun konferensi internasional. Namun, ruangan-ruangan tersebut rupanya belum dilengkapi gudang berikat guna menyimpan barang-barang re-ekspor (yang umumnya disyaratkan pameran maupun konferensi internasional). Inilah yang dimaksud Yusak sebagai persoalan tempat: etalase-etalase di Surabaya belum memenuhi standar global.

Kekosongan fasilitas kelas dunia itu menggelitik pengusaha kakap, Siti Hartati Tjakra Murdaya, untuk unjuk kiprah. Pemimpin Berca Group itu berinisiatif membangun convention hall pertama yang bertaraf internasional di Surabaya.

“Kami yakin pasar dan potensinya besar,” imbuh Gito Sugiarto, General Manager Jakarta International Expo, yang juga bertugas menangani proyek di Jawa Timur tersebut.   

Dengan industri pameran tumbuh 10-20 persen per tahun, ditambah perkembangan pesat industri di kota-kota sekitar (termasuk investasi Rp2 triliun untuk mengembangkan ekonomi Pulau Madura usai beroperasinya Jembatan Suramadu), Surabaya telah siap menjadi destinasi pameran b to b internasional.

Grand City Convention Center dirancang dengan fasilitas melebihi Jakarta International Expo dan juga Jakarta Convention Center. Tempat ini mengambil inspirasi dari Suntec City Mall di Singapura yang dilengkapi Suntec Singapore International Convention and Exhibition Centre. Nantinya, Grand City akan pula dilengkapi hotel dan apartemen untuk menunjang kegiatan meeting dan pariwisata.

Dipadu Wisata Belanja

Berdiri di atas lahan lima hektare di kawasan pusat bisnis, Grand City dibangun berdesain minimalis modern. Seluruh gedung menggunakan aksesori metal abu-abu dipadu warna bata atau aksen garis-garis biru. Pilihan ini memberi kesan elegan dan mewah.

Fungsi lain dari desain yang minim adalah mengakomodir kebutuhan dekorasi pameran dan konferensi. Menurut Wiria Chandradinata, Manajer Operasional Grand City, gedung yang dikelolanya memungkinkan penambahan aksesori atau dekorasi sesuai tema acara. Ruangan di Grand City Convention Center bisa disulap sesuai keinginan perancang interior dari setiap kegiatan.

Kelebihan lainnya, Grand City memadukan ruangan pameran dan konferensi bertaraf internasional tersebut dengan mal yang berisi gerai merek-merek premium dan restoran internasional. Ballroom, convention center, maupun exhibition center terhubung langsung dengan mal. Dengan cara ini, penyelenggara pameran dapat memperoleh limpahan pengunjung dari pusat perbelanjaan. Dan sebaliknya, pengunjung pameran ataupun peserta konferensi bisa memanfaatkan mal untuk melepas penat dari segala urusan bisnis (atau malah mengalihkan diskusi ke kafe). Urusan pekerjaan pun dapat dipadu dengan wisata belanja.

Pameran Alat Berat

Terletak di persimpangan Jalan Walikota Mustajab, Anggrek, dan Kusuma Bangsa, Grand City memiliki lokasi yang sangat strategis. Ia mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Dari sisi penyelenggara kegiatan dan ekshibitor, lokasi gedung menguntungkan karena mudah diakses truk kontainer.

Menghadap daerah Kali Mas, Grand City menjadi salah satu lanskap wisata air di Surabaya, selain Monumen Kapal Selam. Akses dari pelabuhan Tanjung Perak sangat mudah, hanya dibutuhkan seperempat jam bagi truk kontainer untuk menjangkau tempat pameran. “Dua loading dock kami memungkinkan truk langsung masuk ke dalam hall pameran,” ujar Gito Sugiarto.

Secara total, convention center ini memiliki luas 12.000 meter persegi. Ia dibagi dalam beberapa bagian: ruang pameran, konferensi, pertemuan, dan ballroom. Grand City memiliki ruang VVIP di setiap lantai. Selain itu, Grand City dilengkapi pula dengan ruang pameran outdoor.

Tinggi langit-langit gedung ini mencapai 12,8 meter sehingga memungkinkan dibangun stan-stan raksasa dengan desain spesial. Untuk mengakomodir kebutuhan pameran mesin dan otomotif, kekuatan lantai dirancang hingga memiliki daya tahan 2 ton per meter persegi. Untuk pameran pertambangan yang memamerkan truk atau alat berat, dapat menggunakan area outdoor. Grand City juga dilengkapi tiga lift khusus yang bisa memuat benda seukuran mobil.

Untuk pertunjukan, hall pameran dan konferensi dapat dipakai untuk konser musik, masing-masing mampu menampung hingga 3.000 orang. Kualitas akustiknya jauh di atas Hall D yang dimiliki JIExpo. Karenanya, Grand City layak untuk pertunjukan orkestra sekalipun.

Faktor lain yang penting, tempat parkir gedung ini terbilang luas, mampu menampung hingga 2.500 kendaraan. Soal akomodasi, Grand City berdekatan dengan beberapa hotel bintang empat dan lima. Semuanya dapat dicapai dengan berjalan kaki.

Tampaknya, Grand City dipersiapkan sebagai ikon baru industri meeting di Surabaya. Para pelaku MICE tentunya bergembira dengan kehadiran hall baru ini. Mereka menyatakan siap memanfaatkan fasilitas tersebut. Dengan kehadiran Grand City, Surabaya tak bisa lagi dianggap sebagai bukan pilihan untuk pameran dan konferensi internasional.

Penulis: Ludhy Cahyana