<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nila Sofianty &#8211; VenueMagz.com</title>
	<atom:link href="https://venuemagz.com/author/nila-sofianty/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<description>Referensi Industri MICE Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Apr 2026 07:58:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-Favicon-32x32.png</url>
	<title>Nila Sofianty &#8211; VenueMagz.com</title>
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127860349</site>	<item>
		<title>Bali Perkuat Posisi sebagai Destinasi MICE Medis Internasional Lewat PIT ke-6 REJASELINDO 2026</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/bali-perkuat-posisi-sebagai-destinasi-mice-medis-internasional-lewat-pit-ke-6-rejaselindo-2026/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/bali-perkuat-posisi-sebagai-destinasi-mice-medis-internasional-lewat-pit-ke-6-rejaselindo-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 07:58:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[BNDCC]]></category>
		<category><![CDATA[REJASELINDO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44345</guid>

					<description><![CDATA[Bali, Venuemagz.com— Bali kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu destinasi unggulan untuk penyelenggaraan event internasional di kawasan Asia Pasifik melalui gelaran Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-6 REJASELINDO 2026 yang berlangsung pada 2–4 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Forum ilmiah ini menjadi panggung kolaborasi global di bidang stem cell, rekayasa jaringan, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bali, Venuemagz.com— Bali kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu destinasi unggulan untuk penyelenggaraan <em>event</em> internasional di kawasan Asia Pasifik melalui gelaran Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-6 REJASELINDO 2026 yang berlangsung pada 2–4 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Forum ilmiah ini menjadi panggung kolaborasi global di bidang <em>stem cell</em>, rekayasa jaringan, dan kedokteran regeneratif, dengan menghadirkan ratusan dokter, peneliti, akademisi, praktisi kesehatan, hingga pelaku industri bioteknologi dari Indonesia dan berbagai negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilihan Bali sebagai lokasi acara dinilai strategis, tidak hanya karena fasilitas <em>venue</em> berstandar internasional, tetapi juga karena posisi Pulau Dewata yang telah lama dikenal sebagai pusat <em>meeting, incentive, conference, and exhibition</em> (MICE) di kawasan Asia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prof. dr. Ahmad Faried, Sp.BS, Subsp. N-Onk (K), PhD, FICS, DABRM, Ketua Panitia Pelaksana PIT ke-6 REJASELINDO, menegaskan bahwa Bali memiliki daya tarik kuat sebagai titik temu para ahli dari berbagai negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dikenal sebagai salah satu pusat konferensi internasional di kawasan Asia Pasifik sekaligus lokasi strategis untuk mempertemukan para ahli dari berbagai negara,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Latar Belakang: Kolaborasi Ilmiah dan Penguatan Ekosistem Riset</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">PIT ke-6 REJASELINDO 2026 diselenggarakan sebagai kelanjutan dari upaya memperkuat ekosistem riset dan praktik klinis di bidang terapi sel, rekayasa jaringan, dan kedokteran regeneratif di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Forum ini dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan para dokter, peneliti, akademisi, regulator, dan industri guna memperbarui perkembangan riset sekaligus memperkuat kolaborasi lintas negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun ini, penyelenggaraan acara dilakukan dalam skala yang lebih besar melalui kolaborasi dengan 20th International Conference of the Asia Pacific Association of Surgical Tissue Banking (APASTB), 9th Annual Meeting of PERBAJI, serta 13th Annual Meeting of ASPI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi tersebut mempertemukan para pakar dari berbagai negara untuk memperkuat kerja sama ilmiah di bidang <em>stem cell</em> dan terapi sel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. dr. Bintang Soetjahjo, Sp.OT., Subsp. PL (K), Ketua Umum REJASELINDO, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif lintas sektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan inovasi di bidang kedokteran regeneratif. Harapan kami, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi kesehatan, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi sendiri,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pengembangan terapi sel membutuhkan pendekatan pentahelix, yakni sinergi antara akademisi, pusat riset, klinisi, pemerintah dan regulator, industri, serta media.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan kerja sama berbagai pihak, kita berharap Indonesia dapat menjadi pusat pengembangan teknologi kesehatan berbasis riset. Dengan demikian, kita benar-benar dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Konferensi Dilengkapi Workshop, Simposium, dan Exhibition</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya menghadirkan konferensi utama, PIT ke-6 REJASELINDO 2026 juga dikemas sebagai <em>event</em> ilmiah komprehensif dengan berbagai program pendukung, mulai dari workshop, <em>main symposium</em>, <em>scientific competition</em>, presentasi oral, poster penelitian, hingga pameran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Format acara yang memadukan konferensi dengan area pameran ini memperkuat pengalaman peserta, karena selain memperoleh pembaruan ilmiah, mereka juga dapat melihat langsung perkembangan teknologi dan alat kesehatan terbaru.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Daewoong Tampilkan Produk Stem Cell dan Exosome</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu peserta pameran yang menjadi sorotan adalah Daewoong, perusahaan bioteknologi yang menampilkan sejumlah inovasi berbasis <em>stem cell</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ari, tim <em>sales marketing</em> Daewoong, mengatakan, beberapa produk unggulan yang dipamerkan mencakup teknologi Secretome MSC.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sejumlah produk <em>stem cell</em> kami pamerkan dalam acara ini, termasuk Secretome MSC yang mengeluarkan senyawa bioaktif yang terdiri dari berbagai faktor terlarut seperti faktor pertumbuhan dan sitokin serta pembawa ekstraseluler untuk memberikan efek terapeutiknya,” ujar Ari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selain produk <em>stem cell</em>, kami juga menghadirkan <em>cosmeceutical manufacturing</em>. Kami memproduksi LuxEasy, lini perawatan kulit berbasis <em>exosome in-house</em> oleh Daewoong Biologics Indonesia yang menawarkan bagi <em>customer</em> hingga pembuatan produk berkualitas tinggi,” lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>ITS Science Indonesia Hadirkan Peralatan Riset Stem Cell</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Area pameran juga diikuti oleh penyedia alat laboratorium, salah satunya PT ITS Science Indonesia (ITS) yang menghadirkan peralatan untuk kebutuhan penelitian <em>stem cell</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wardah, penanggung jawab pameran ITS, mengatakan, salah satu produk yang ditampilkan adalah <em>ultracentrifuges</em>, yaitu alat sentrifugasi berkecepatan tinggi yang umum digunakan dalam proses pemisahan komponen seluler.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Instrumen laboratorium canggih kami yang diperlukan untuk penelitian biologi molekuler dan seluler ini merupakan impor dari AS, sebab sebagian besar memang masih impor,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, pameran ini menjadi sarana edukasi penting mengenai proses terapi <em>stem cell</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pameran ini sangat bagus untuk lebih memperkenalkan lagi bahwa proses yang dilalui <em>stem cell</em> hingga sampai ke pemakai atau pasien memerlukan riset dan peralatan canggih yang berkualitas untuk memperoleh sel punca dengan kualitas mumpuni,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Apresiasi dari Pakar Korea Selatan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Wakil Presiden APASTB asal Korea Selatan, Prof. Jinyoung Jeong, M.D., Ph.D., MPH, CTBS, memberikan apresiasi terhadap perkembangan <em>stem cell</em> di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Menurut saya, perkembangan dunia <em>stem cell</em> di Indonesia sudah bagus dengan banyaknya penelitian yang telah dilakukan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menilai Indonesia telah memiliki regulasi yang ketat dan positif untuk penggunaan <em>stem cell</em> secara klinis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut semakin memperkuat posisi PIT ke-6 REJASELINDO sebagai forum yang mempertemukan riset, industri, teknologi, dan kolaborasi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui konferensi dan pameran ini, Bali kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai destinasi MICE unggulan untuk <em>event</em> medis dan teknologi kesehatan bertaraf internasional.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/bali-perkuat-posisi-sebagai-destinasi-mice-medis-internasional-lewat-pit-ke-6-rejaselindo-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44345</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sustainable Event Menjadi Tren MICE Global Pada Tahun Depan</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/sustainable-event-menjadi-tren-mice-global-pada-tahun-depan/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/sustainable-event-menjadi-tren-mice-global-pada-tahun-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2021 08:32:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[sustainable event]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=28014</guid>

					<description><![CDATA[Industri meeting Indonesia kembali bergeliat menyusul keberhasilan pemerintah mencapai target vaksinasi di seluruh Indonesia, disertai semakin melandainya kasus COVID-19. Raty Ning, Chairperson ICCA Indonesia Committee, dalam breakout session Indonesia MICE Outlook 2022 di acara Road to AVPN Conference &#38; International Events 2022: Creative, Agile and Adaptive to The New Paradigm of Tourism and Creative Economy [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Industri <em>meeting</em> Indonesia kembali bergeliat menyusul keberhasilan pemerintah mencapai target vaksinasi di seluruh Indonesia, disertai semakin melandainya kasus COVID-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Raty Ning, <em>Chairperson</em> ICCA Indonesia Committee, dalam <em>breakout session</em> Indonesia MICE Outlook 2022 di acara Road to AVPN Conference &amp; International Events 2022: Creative, Agile and Adaptive to The New Paradigm of Tourism and Creative Economy di Bali Nusa Dua Convention Center, 26 November 2021, mengatakan bahwa sejumlah adaptasi yang gencar dilakukan oleh industri MICE diharapkan mampu mengatrol kembali kondisi MICE Indonesia meraih kejayaan yang pernah mencapai titik puncak di tahun-tahun sebelum pandemi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Selama satu hingga dua tahun ke depan, pelaku industri MICE di Indonesia perlu beradaptasi dengan <em>hybrid event</em> dan mengedepankan protokol kesehatan dan keselamatan. Indonesia juga telah memiliki panduan CHSE untuk pelaku industri MICE,&#8221; ujar Raty Ning.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Raty mengatakan, pada tahun depan pertemuan global akan tetap ada dengan jumlah peserta yang lebih kecil dan dengan format <em>hybrid</em>. Sementara pelaku MICE di kawasan Asia akan lebih fokus untuk menyelenggarakan pertemuan tingkat regional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dan masih di tahun depan, pasar domestik yang masih mendominasi industri MICE menjadi kesempatan yang harus terus dijaga. Dan nantinya akan terjadi seleksi destinasi di mana banyak pihak akan memprioritaskan standar kesehatan dan keselamatan,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beriringan dengan itu, ada lagi adaptasi yang wajib dilakukan, yaitu mengoptimalisasi teknologi digital dengan mendorong pelaku industri MICE cepat beradaptasi dan kreatif dalam mendesain <em>event</em>. Hal ini tentunya butuh kolaborasi dan kerja sama antara industri MICE dengan penyedia teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Harus juga disadari bahwa <em>virtual event</em> bisa menambah (<em>complimenting</em>) <em>live event</em>. Selain itu, isu <em>sustainable event management</em> merupakan salah satu tren MICE global sebagai bentuk tanggung jawab sosial pelaku industri MICE,&#8221; bebernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Indonesia juga masih memiliki peluang dan tantangan untuk membawa <em>event</em> internasional ke dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data ICCA 2019 menunjukkan bahwa Indonesia berpeluang untuk mendatangkan pertemuan asosiasi internasional. Untuk itu, perlu kolaborasi yang kuat antara industri dan pemerintah. Hal ini akan dicapai di antaranya dengan langkah kesiapan asosiasi lokal untuk mengikuti <em>bidding</em> dan dukungan pemerintah yang lebih komprehensif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, juga perlu peraturan daerah yang memberikan kemudahan untuk pembentukan unit/<em>bureau</em> MICE di tingkat kota/provinsi. Dan <em>brand</em> yang kuat Indonesia sebagai destinasi MICE juga harus terus digaungkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak lupa bantuan teknis dari pemerintah (Kemenparekraf) untuk membantu pembentukan unit-unit MICE di tingkat kota/provinsi sangat dibutuhkan. Juga upaya meningkatkan <em>exposure</em> keunggulan destinasi harus semakin dikejar. Serta dukungan finansial (<em>grant</em>) dari pemerintah untuk <em>capacity building</em> SDM MICE terus diperlukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, bentuk kolaborasi untuk membangkitkan bisnis MICE nasional bisa dilakukan pemerintah dengan memanfaatkan keanggotaan pada asosiasi-asosiasi kelembagaan internasional dan menjadi tuan rumah konferensi asosiasi-asosiasi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pemerintah juga perlu menarik pertemuan-pertemuan global G2G ke Indonesia, sementara industri fokus pada pertemuan asosiasi internasional,&#8221; tutur Raty.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah pusat dan daerah juga mendorong pertemuan-pertemuan K/L dilaksanakan secara offline dengan mengedepankan prokes keselamatan. Dan pemerintah mendorong asosiasi-asosiasi agar mengadakan pertemuan-pertemuan lokal, salah satunya dengan memberikan insentif kepada asosiasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi asosiasi industri MICE di Indonesia harus juga berperan dalam peningkatan <em>capacity building</em> SDM MICE melalui edukasi dan pelatihan bekerja sama dengan asosiasi MICE internasional.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/sustainable-event-menjadi-tren-mice-global-pada-tahun-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28014</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Industri Pameran Indonesia Optimistis Bangkit di Tahun 2022</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/industri-pameran-indonesia-optimistis-bangkit-di-tahun-2022/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/industri-pameran-indonesia-optimistis-bangkit-di-tahun-2022/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2021 08:23:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[mice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=28010</guid>

					<description><![CDATA[Meredanya badai pandemi COVID-19 menjelang akhir tahun 2021 membawa secercah harapan bagi industri pameran Indonesia. Hosea Andreas Runkat, Ketua Umum Asperapi, dalam breakout session Indonesia MICE Outlook 2022 di acara Road to AVPN Conference &#38; International Events 2022: Creative, Agile and Adaptive to The New Paradigm of Tourism and Creative Economy di Bali Nusa Dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Meredanya badai pandemi COVID-19 menjelang akhir tahun 2021 membawa secercah harapan bagi industri pameran Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hosea Andreas Runkat, Ketua Umum Asperapi, dalam <em>breakout session</em> Indonesia MICE Outlook 2022 di acara Road to AVPN Conference &amp; International Events 2022: Creative, Agile and Adaptive to The New Paradigm of Tourism and Creative Economy di Bali Nusa Dua Convention Center, 26 November 2021, mengatakan bahwa di akhir tahun 2021 ada pertumbuhan cukup bagus untuk industri pameran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ada sebanyak 38 pameran yang jalan di tahun 2021 ini dari target 64. Hampir tiap minggu ada pameran, sementara tahun 2020 lalu hanya 20 pameran. Tentunya dengan menerapkan protocol kesehatan, termasuk <em>event hybrid</em>,&#8221; ujar Hosea.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data ini, lanjut Hosea, di luar dugaan. Pasalnya, akibat wabah pandemi diprediksi industri pameran baru akan bergeliat kembali pada tahun 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami optimistis di tahun 2022 akan membaik, dan pada tahun 2023 industri pameran berpotensi akan kembali balik seperti sedia kala saat tahun 2019,&#8221; ujar Andre.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentunya, lanjut Hosea, ke depan ada banyak adaptasi yang harus dilakukan untuk mengimbangi era kenormalan baru pasca-pandemi yang sebelumnya banyak membuat disrupsi. Selain itu, dibutuhkan juga berbagai kolaborasi berkesinambungan untuk memajukannya, termasuk dukungan kebijakan pemerintah dan swasta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih kata Hosea, bisa dikatakan bahwa memulihkan ekonomi berarti memulihkan pameran. Begitu pun sebaliknya, memulihkan pameran sangat berarti bagi pemulihan ekonomi. Dan pemulihan ini harus datang baik dari pemerintah maupun industri yang berkolaborasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai adaptasi memang sudah dan terus dipersiapkan oleh industri untuk beradaptasi dengan kondisi pasca-pandemi. Semisal, industri pameran tak bisa lagi mengandalkan <em>mass crowd</em> sehingga pameran yang <em>less crowd</em> bisa menjadi pilihan. Juga kecenderungan mengadakan <em>event outdoor</em> yang menurut pemahaman awam sisi kesehatannya sedikit lebih tidak berisiko ketimbang <em>indoor</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Juga transformasi ke <em>event</em> yang berkualitas ke depannya dengan <em>less crowd</em>, juga menggelar <em>event-event</em> yang berdasarkan pada konsep <em>sustainable</em> dan sebagainya. Untuk itu kami sudah siap,&#8221; tegasnya lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan pemerintah dalam menekan penyebaran COVID seiring dengan tercapainya target vaksinasi membuat masyarakat sedikit lebih tidak khawatir untuk beraktivitas di luar rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data Litbang Asperapi, akan ada 120 pameran yang digelar pada tahun 2022, dengan 65 persen di antaranya digelar di Jakarta, sisanya menyebar di sejumlah kota MICE di Indonesia, termasuk Bali yang akan kedatangan banyak pemimpin negara asing dalam sejumlah konferensi internasional termasuk G20.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Melihat data 2020-2021, industri pameran akan menggeliat di tahun 2022 pada bulan Juli-Desember 2022. Dan semester 1 bagi industri didominasi pameran yang pada tahun 2021 ini terlaksana atau <em>reschedule</em>,&#8221; ujar Andre.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyelenggaraan kegiatan MICE di Indonesia menjadi pemicu pembukaan <em>border</em> wisatawan bisnis dari berbagai negara. Hal ini akan berdampak besar bagi industri MICE.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, industri pameran secara langsung menyumbang sebesar US$81,1 miliar produk domestik bruto global (PDB). Kontribusi sektor ini secara tidak langsung pada industri adalah sebesar US$116,4 miliar, dan jika dihitung dengan menambahkan <em>induced contribution</em> akan melonjak menjadi US$197,5 miliar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karenanya, pemulihan ekonomi di industri pameran akan berkontribusi cukup besar bagi perekonomian Indonesia, khususnya dari sektor MICE atau pariwisata. Perlu dukungan dan kerja sama yang kuat dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun industri, untuk kembali membangkitkan MICE, terutama pameran, di Indonesia agar pulih kembali.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/industri-pameran-indonesia-optimistis-bangkit-di-tahun-2022/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28010</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Industri MICE Harus Mampu Beradaptasi dan Menciptakan Model Baru</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/industri-mice-harus-mampu-beradaptasi-dan-menciptakan-model-baru/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/industri-mice-harus-mampu-beradaptasi-dan-menciptakan-model-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2021 23:52:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=27945</guid>

					<description><![CDATA[Pandemi Covid-19 telah membuat industri event dan MICE sangat terpukul dengan dibatalkannya sejumlah event dan perhelatan MICE yang telah terjadwal di tahun 2020 dan 2021. Kerugian yang dirasakan sangat besar, dan pengangguran bertumbuh dari sisi pekerja event. Wiwin Gunawasika, Ketua Bali MICE Forum, mengatakan, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah situasi dan kondisi di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pandemi Covid-19 telah membuat industri <em>event</em> dan MICE sangat terpukul dengan dibatalkannya sejumlah <em>event</em> dan perhelatan MICE yang telah terjadwal di tahun 2020 dan 2021. Kerugian yang dirasakan sangat besar, dan pengangguran bertumbuh dari sisi pekerja <em>event</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wiwin Gunawasika, Ketua Bali MICE Forum, mengatakan, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah situasi dan kondisi di tahun 2022 akan kondusif atau akan mengalami turbulen kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Karena melihat apa yang tengah terjadi di Eropa, Amerika, dan negara lain yang kembali diterpa gelombang Covid-19 dengan varian-varian baru,&#8221; ujar Wiwin dalam <em>Plenary Meeting</em> di acara Road to AVPN Conference &amp; International Events 2022: Creative, Agile and Adaptive to The New Paradigm of Tourism and Creative Economy di Bali Nusa Dua Convention Center, 25 November 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah mengapa, lanjut Wiwin, bahwa bisa dikatakan sebuah ketidakpastian adalah satu-satunya kepastian di dunia COVID-19. Karenanya, mau tidak mau semua orang harus beradaptasi dengan menciptakan model baru, pendekatan baru, dan kebutuhan pasar yang juga baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akibat pandemi ini juga terjadi transformasi industri MICE dan <em>event</em>. Ketika situasi COVID-19 menjadi normal secara global, pelaku <em>event</em> dan MICE dipaksa untuk segera beradaptasi, mengadopsi penyelenggaraan <em>event</em> dan MICE secara virtual dan hibrid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terjadi juga perubahan dari <em>event</em> dan MICE yang&nbsp; konvensional menjadi manajemen virtual atau digital yang diikuti juga dengan perubahan peralatan, teknologi, pengelolaan acara dengan prokes dan sumber daya manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan ada tantangannya juga, yaitu penguasaan teknologi yang tergolong baru, keterampilan SDM yang memiliki kemampuan berbeda dari tuntutan pekerja <em>event</em> konvensional serta modal ekstra (investasi) dengan <em>demand</em> yang sangat berbeda dari <em>event</em> konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Adaptasi menjadi kata kunci di era saat ini, seperti sebuah ungkapan mengatakan: Mereka yang selamat adalah mereka yang bisa beradaptasi,&#8221; imbuhnya lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wiwin juga memprediksi bahwa di masa depan <em>virtual event</em> sebagai satu pilihan yang nyaman karena mampu memangkas biaya penyelenggaraan secara signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, acara langsung menjadi platform yang berharga di mana interaksi secara langsung secara fisik tidak akan pernah tergantikan, sementara pengalaman digital berfungsi untuk memperluas interaksi tatap muka.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/industri-mice-harus-mampu-beradaptasi-dan-menciptakan-model-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27945</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belajar Sustainable Event &#038; MICE Melalui Diplomasi Budaya dari Samsara Bali</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/belajar-sustainable-event-mice-melalui-diplomasi-budaya-dari-samsara-bali/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/belajar-sustainable-event-mice-melalui-diplomasi-budaya-dari-samsara-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2021 23:49:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=27942</guid>

					<description><![CDATA[Kreativitas menjadi hal yang sangat penting dalam membangun destinasi. Apa pun itu ketika ada sentuhan kreativitas, sesuatu yang sebelumnya dipandang sulit untuk dikembangkan, bukan hal yang tidak mungkin akan menghasilkan hal produktif. Hal itu dikatakan oleh Ida Bagus Agung Gunarthawa, Wakil Ketua Bali Tourism Board, Deputy Pemasaran ICCN sekaligus Co-Founder Samsara Living Museum dalam acara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kreativitas menjadi hal yang sangat penting dalam membangun destinasi. Apa pun itu ketika ada sentuhan kreativitas, sesuatu yang sebelumnya dipandang sulit untuk dikembangkan, bukan hal yang tidak mungkin akan menghasilkan hal produktif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu dikatakan oleh Ida Bagus Agung Gunarthawa, Wakil Ketua Bali Tourism Board, Deputy Pemasaran ICCN sekaligus <em>Co-Founder</em> Samsara Living Museum dalam acara Road to AVPN Conference &amp; International Events 2022: Creative, Agile and Adaptive to The New Paradigm of Tourism and Creative Economy di Bali Nusa Dua Convention Center, 25 November 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kreativitas menjadi hal yang sangat penting dalam menciptakan sebuah destinasi yang berkelanjutan. Ada 3 dasar agar destinasi menjadi <em>sustainable</em> atau berkelanjutan, yaitu mencakup lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi,&#8221; ujar Gus Agung dalam <em>Plenary Meeting</em> berjudul &#8220;<em>Sustainable Events &amp; MICE through Cultural Diplomacy</em>&#8220;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan sisi edukasi termasuk di dalamnya edukasi/literasi, konservasi dan preservasi; sisi sosial budaya di dalamnya ada inovasi budaya, <em>learning center</em>, hiburan, dan <em>playground</em>. &#8220;Sedangkan sisi ekonomi adalah tujuan wisata, pengembangan aktivitas, fasilitas dan produk,&#8221; ujarnya dalam sesi yang dipandu oleh moderator Yoke Darmawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mencontohkan Samsara Living Museum, yaitu museum unik yang menawarkan wisata edukasi dan spiritual dalam satu tempat. Diceritakan oleh Gus Agung bahwa Samsara merupakan permodelan pengembangan potensi (<em>event</em> dan MICE) berbasis budaya dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dijelaskannya juga bahwa Samsara menjadi contoh bahwa lokasi &#8220;sekering&#8221; apa pun dan di mana pun berada akan bisa menjadi sebuah destinasi yang bagus jika diberi sentuhan kreativitas dan originalitas serta inovasi maka akan tercipta sebuah destinasi menarik yang bisa diandalkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Samsara berada di daerah terpencil dan tidak dilewati oleh akses perekonomian, namun Samsara merupakan lingkaran kehidupan orang Bali yang mencakup banyak dimensi nilai yaitu inovasi budaya hiburan, tujuan wisata, <em>learning center, playground</em>, edukasi, konservasi, dan preservasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Aktivitas yang kami lakukan berbasis pada rantai nilai yang disegmentasi kemudian berdasarkan prinsip-prinsip <em>sustainability</em>,&#8221; tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam cakupan berbasis lingkungan, Samsara melakukan penggalian, pendataan, pengaplikasian literasi yang diambil dari <em>manuscript</em>/lontar, narasumber maupun survei lapangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Samsara juga dilakukan pengoleksian, penanaman, dan pembuatan katalog tanaman upara (sudah terkoleksi lebih dari 150 jenis tanaman langka).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu juga dilakukan perayaan tradisi apresiasi tentang lingkungan dan pembuatan permodelan-permodelan seperti penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu Samsara juga menginisiasi dan memfasilitasi berbagai <em>sharing</em>, workshop, seminar sampai festival <em>cultural vilage</em>. Samsara juga membangun platform untuk digitalisasi potensi desa (E-desa).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dijelaskan juga oleh Gus Agung, sebuah destinasi yang berkelanjutan harusnya terbangun juga sebuah ekosistem yang kuat sehingga mampu menggerakkan seluruh simpul ekonomi masyarakat, seperti berkolaborasinya budayawan petani, perajin, pedagang, tukang, seniman, dan <em>homestay</em>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/belajar-sustainable-event-mice-melalui-diplomasi-budaya-dari-samsara-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27942</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konvensi Rancangan Panduan Giat MICE Disusun di Bali</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/konvensi-rancangan-panduan-giat-mice-disusun-di-bali/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/konvensi-rancangan-panduan-giat-mice-disusun-di-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2020 03:01:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=20920</guid>

					<description><![CDATA[Akhirnya geliat dunia MICE di era tatanan kenormalan baru dimulai di Bali dengan memasuki tahap akhir, yakni penyusunan konvensi rancangan panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan pada penyelenggaraan kegiatan pertemuan, insentif, konvensi dan pameran atau MICE. Rancangan ini disusun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama dengan INACEB serta melibatkan masukan yang signifikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya geliat dunia MICE di era tatanan kenormalan baru dimulai di Bali dengan memasuki tahap akhir, yakni penyusunan konvensi rancangan panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan pada penyelenggaraan kegiatan pertemuan, insentif, konvensi dan pameran atau MICE. Rancangan ini disusun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama dengan INACEB serta melibatkan masukan yang signifikan dari <em>stakeholders</em> MICE.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konvensi rancangan panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan pada kegiatan MICE ini dilaksanakan di BNDCC, 25 Agustus 2020. Konvensi ini digelar dengan konsep <em>hybrid</em> agar dapat menampung semakin banyak <em>stakeholders</em> MICE dari berbagai destinasi untuk turut berpartisipasi aktif dalam konvensi. Konvensi ini dihadiri oleh <em>stakeholders</em> MICE, meliputi asosiasi, industri, dan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Grace Jeanny, Ketua IVENDO Bali, mengatakan, sebelumnya Kemenparekraf telah melaksanakan rangkaian proses evaluasi dan penyesuaian yang dilakukan dalam beberapa kali konvensi di Jakarta, baik secara <em>offline</em> maupun daring.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Juga telah dilaksanakan simulasi di tempat pelaksanaan kegiatan MICE di Jakarta dan Bali. Saat ini panduan telah memasuki tahap akhir penyusunan, dan untuk menyempurnakan isi panduan, kembali dilaksanakan konvensi di Bali guna bersama-sama memahami substansi dari rancangan panduan agar dapat diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan yang terjadi di lapangan pada saat pelaksanaan kegiatan MICE,&#8221; ujar Grace Jenny.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, berdasarkan data Forwardkeys, kunjungan wisatawan dengan tujuan bisnis pada bulan Juni mengalami peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan angka yang terpuruk di bulan Mei sebesar 69%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut menunjukkan aktivitas MICE mulai berangsur aktif kembali. Kondisi tersebut menjadikan panduan pelaksanaan kegiatan MICE menjadi sangat penting untuk disiapkan agar Indonesia dapat kembali menjadi destinasi MICE yang aman dan nyaman.</p>


]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/konvensi-rancangan-panduan-giat-mice-disusun-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20920</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bali Resmi Buka Pariwisata untuk Wisatawan Nusantara</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/bali-resmi-buka-pariwisata-untuk-wisatawan-nusantara/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/bali-resmi-buka-pariwisata-untuk-wisatawan-nusantara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2020 00:38:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=20666</guid>

					<description><![CDATA[Di pengujung bulan Juli, tepatnya tanggal 31 Juli 2020, Bali memasuki babak kedua pemulihan pariwisata dengan secara resmi membuka pintu bagi wisatawan domestik (wisdom) atau wisatawan nusantara (wisnus). Untuk itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) secara langsung menyambut pada wisatawan nusantara yang baru saja tiba di Bandara Ngurah Rai Bali. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Di pengujung bulan Juli, tepatnya tanggal 31 Juli 2020, Bali memasuki babak kedua pemulihan pariwisata dengan secara resmi membuka pintu bagi wisatawan domestik (wisdom) atau wisatawan nusantara (wisnus). Untuk itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) secara langsung menyambut pada wisatawan nusantara yang baru saja tiba di Bandara Ngurah Rai Bali. Sebanyak 84 penumpang yang baru saja turun dan pesawat Garuda di Bandara Ngurah Rai langsung disambut Cok Ace.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Acara seremonial ini merupakan wujud apresiasi kepada pelancong yang tiba pada hari di mana Bali secara resmi mulai dibuka untuk wisatawan domestik,&#8221; ujar Cok Ace.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembukaan pariwisata Bali tahap ketiga akan dilaksanakan pada tanggal 11 September, yakni untuk wisatawan mancanegara. Sedangkan tahap pertama sudah dimulai dengan membuka aktivitas masyarakat lokal sejak tanggal 9 Juli 2020 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cok Ace mengatakan, Pemprov Bali juga melakukan langkah persiapan dalam rangka pembukaan kembali sektor pariwisata di Indonesia. Yang pertama adalah mengendalikan penanganan COVID-19 dengan baik sehingga wisatawan merasa nyaman. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kasus yang rendah, tingkat kesembuhan yang tinggi, serta angka kematian yang minim. Pemprov Bali juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali mengenai Penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga saat ini Bali juga tengah gencar melakukan sosialisasi sampai ke tingkat bawah bagi pelaku usaha pariwisata. Juga sudah dilakukan proses sertifikasi bagi pelaku usaha di bidang pariwisata yang akan membuka aktivitas usahanya, baik itu destinasi wisata, restoran, hotel, dan juga daerah tujuan-tujuan wisata lainnya. Sertifikat ini diberikan bagi destinasi wisata yang telah siap dan sanggup menjalankan protokol tatanan kehidupan era baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan informasi dari pihak otoritas bandara, beberapa hari terakhir telah terjadi peningkatan intensitas penerbangan. &#8220;Sebelumnya sempat anjlok, bahkan pernah hanya 5 penerbangan dalam sehari. Namun, beberapa hari terakhir terus bertambah. Kemarin 67 penerbangan, dan hari ini dijadwalkan ada 60 penerbangan,&#8221; ujar Cok Ace.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, geliat penerbangan yang mulai terjadi di pintu masuk jalur udara ini menjadi awal yang baik bagi kebangkitan pariwisata yang terpuruk di tengah pandemi COVID-19. &#8220;Target jumlah wisatawan kita abaikan dulu. Yang jelas, pada awal dibukanya pintu masuk Bali bagi wisatawan domestik, terlebih dahulu kita akan memantau dan melakukan evaluasi,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam fase ini, pihaknya akan berusaha menanamkan kepercayaan wisatawan terhadap Bali sebagai sebuah destinasi yang nyaman dan aman. Ia juga berharap banyak saran dan masukan dari wisatawan yang akan dijadikan dasar untuk Bali terus berbenah.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/bali-resmi-buka-pariwisata-untuk-wisatawan-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20666</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pariwisata Bali Masih Ditutup</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/pariwisata-bali-masih-ditutup/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/pariwisata-bali-masih-ditutup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2020 04:07:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=20310</guid>

					<description><![CDATA[Meski banyak desakan dari para stakeholder agar keran industri pariwisata dibuka, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa Bali belum akan membuka kembali akses pariwisatanya, apalagi untuk kunjungan turis internasional. Pasalnya, Bali saat ini masih berfokus pada upaya percepatan penanggulangan pandemi COVID-19, terlebih belakangan ini kasus transmisi lokal cenderung meningkat. Seusai menerima kunjungan kerja Menteri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Meski banyak desakan dari para <em>stakeholder</em> agar keran industri pariwisata dibuka, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa Bali belum akan membuka kembali akses pariwisatanya, apalagi untuk kunjungan turis internasional. Pasalnya, Bali saat ini masih berfokus pada upaya percepatan penanggulangan pandemi COVID-19, terlebih belakangan ini kasus transmisi lokal cenderung meningkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seusai menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio di Bali pada 17 Juni 2020, I Wayan Koster mengatakan, meski belum membuka keran wisata untuk wisman, tetapi Pemprov Bali tetap merancang berbagai langkah protokol untuk menghadapi tata kehidupan baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan didampingi Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Gubernur Koster menyampaikan soal rencana tahapan-tahapan dibukanya sektor pariwisata Bali. Pertama, mulai 9 Juli pariwisata akan dibuka hanya untuk pergerakan masyarakat lokal Bali pada beberapa sektor tertentu. Apabila situasi kondusif, kemudian dilanjutkan pada Agustus untuk wisatawan domestik nusantara, dan untuk wisatawan internasional rencananya dibuka mulai September.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sekali lagi saya tegaskan, ini baru ancang-ancang, bukan jadwal yang pasti akan dilaksanakan,&#8221; ujar Koster.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi atau tidaknya hal ini dilaksanakan sangat tergantung situasi dan dinamika perkembangan COVID-19 di lapangan, terutama transmisi lokal di Bali. Koster mengaku sangat menerapkan prinsip kehati-hatian terkait pariwisata. &#8220;Bapak Menteri pun memiliki pandangan yang sama. Jangan sampai terjadi gelombang kedua, yang tentunya akan sangat susah dihadapi,&#8221; ujar Koster.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koster mengatakan, satu hal penting yang saat ini harus dan wajib dilaksanakan adalah bagaimana menciptakan Bali yang benar-benar kondusif dan aman dari COVID-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Para pelaku jasa pariwisata disiplin, masyarakat disiplin, ini perlu kita tertibkan bersama-sama, perlu upaya bersama-sama, supaya Bali cepat kondusif, dan pemerintah pun sudah menyiapkan tatanannya,&#8221; ujar Koster.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senada dengan Gubernur Koster, Wishnutama ini juga menyampaikan pentingnya menjaga Bali dengan tetap disiplin. &#8220;Saya salut dengan kesiapan Bali, memang harus sudah seperti itu. Disiapkan dari jauh-jauh hari, untuk diterapkan saat dibuka kembali,&#8221; kata Wishnutama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Wishnutama, semua pihak harus bisa membangun kepercayaan wisatawan karena pariwisata adalah bisnis kepercayaan. &#8220;Kita harus bisa membangun dan menciptakan rasa aman dan nyaman para pelaku perjalanan wisata saat menikmati Bali,&#8221; ujar Wishnutama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menparekraf juga mendorong Pemprov Bali melakukan tiga tahapan pembukaan beberapa sektor di Bali. Setelah pada tahap pertama pembukaan dianggap berhasil dengan implementasi protokol kesehatan yang ketat, ia berharap tahapan selanjutnya bisa dilalui dengan cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Oleh karena itu saya mohon kepada para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat melaksanakan hal itu dengan baik sehingga semua proses tahapan bisa kita review dan kita bisa memasuki tahap-tahap selanjutnya dengan lebih cepat,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/pariwisata-bali-masih-ditutup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20310</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nusa Dua Bersiap Masuki Era New Normal</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/nusa-dua-bersiap-masuki-era-new-normal/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/nusa-dua-bersiap-masuki-era-new-normal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2020 08:14:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=20065</guid>

					<description><![CDATA[Kompleks perhotelan di Nusa Dua Bali yang tengah digadang-gadang pemerintah menjadi prototipe destinasi wisata era new normal pasca-virus corona terus bersiap diri di segala sisi. Begitu pula halnya kawasan The Nusa Dua yang memiliki 22 hotel berbintang dan vila pun telah menyiapkan SOP menuju new normal. Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh hotel-hotel yang berada di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kompleks perhotelan di Nusa Dua Bali yang tengah digadang-gadang pemerintah menjadi prototipe destinasi wisata era <em>new</em> normal pasca-virus corona terus bersiap diri di segala sisi. Begitu pula halnya kawasan The Nusa Dua yang memiliki 22 hotel berbintang dan vila pun telah menyiapkan SOP menuju <em>new</em> normal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh hotel-hotel yang berada di bawah naungan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">I Gusti Ngurah Ardita, Direktur ITDC, mengatakan, &#8220;Kapan pun dimulai kebijakan ini, kami sudah siap mengikutinya secara maksimal. Kesiapan ITDC dalam melakukan <em>recovery</em> pariwisata di antaranya melakukan rapat koordinasi dengan Kemenparekraf serta Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Badung,&#8221; jelas Ardita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ardita mengatakan, ITDC sudah menyusun protokol keselamatan dan penanganan COVID-19 serta prosedur operasional ITDC The Nusa Dua sesuai arahan dari Pemerintah Provinsi Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Begitu dibuka, kita sudah siap dengan standar baru itu jadi ada <em>trust</em> dari wisatawan saat ke sini. Saya harapkan pemerintah ada yang memitigasi untuk melakukan <em>assessment</em> me-<em>monitoring</em> terhadap implementasi ini sehingga nanti secara konsisten menerapkan SOP itu,&#8221; ujar Ardita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di antara kesiapan ITDC menyambut <em>new</em> normal adalah perubahan tata layanan yang disiapkan, seperti pengecekan suhu tubuh bagi wisatawan yang akan menginap, wajib cuci tangan menggunakan <em>hand sanitizer, </em>serta pengurangan kapasitas restoran dan <em>meeting room</em> yang mengacu pada physcal distancing di hotel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan, untuk menyambut budaya hidup baru, yang paling penting saat ini memastikan kesiapan dari obyek daya tarik wisata (ODTW) yang ada di wilayah Badung. Hal ini sangat perlu untuk menunjukkan kesiapan Pulau Dewata dalam menghadapi budaya hidup baru di bidang pariwisata. Untuk itu, perlu dilakukan pengecekan kesiapan yang dimulai dari kawasan ITDC Nusa Dua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari pemantauan di kawasan itu, Adi Arnawa menilai sudah dikategorikan sangat bagus dalam menyambut era baru itu sendiri.&nbsp; &#8220;Untuk kawasan ITDC saya bisa katakan sudah 80 persen siap SOP terkait budaya hidup baru,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diakuinya, langkah persiapan menyambut budaya hidup baru sangat tepat. Namun, pihaknya meminta agar ini dipersiapkan sematang mungkin. Untuk itu diharapkan ada satu kesamaan pandang dari seluruh stakeholder sehingga ada rambu dan batasan-batasan yang akan diterapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, Adi Arnawa juga mengakui kalau pembukaan kembali ODTW Pemkab Badung tidak memiliki kewenangan. Untuk itu, pihaknya masih menunggu instruksi dari Pemerintah Provinsi Bali. &#8220;Kami harap ada sinkronisasi dengan pedoman dari Pemprov Bali termasuk Kementerian Pariwisata. Jangan sampai keluar dari pedoman itu semua,&#8221; ujar Adi Arnawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">I Made Merta, <em>General Manager</em> Inaya Putri Bali, mengatakan, secara keseluruhan pihaknya siap untuk menerima wisatawan dengan <em>new</em> normal menerapkan program pemerintah pariwisata dengan CHS (<em>Cleanliness, Health, and Safety</em>) di hotel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau ada tamu yang suhunya di atas 37 derajat akan mendapat perhatian khusus, di bawah itu tamu langsung dapat menuju lobi untuk <em>check in</em> dan mengikuti prosedur yang kami tetapkan,&#8221; jelas I Made Merta.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/nusa-dua-bersiap-masuki-era-new-normal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20065</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cok Ace Harapkan Pembukaan Pariwisata Bali Tak Serentak</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/cok-ace-harapkan-pembukaan-pariwisata-bali-tak-serentak/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/cok-ace-harapkan-pembukaan-pariwisata-bali-tak-serentak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2020 07:05:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=19872</guid>

					<description><![CDATA[Menyusul akan dilakukannya pemulihan pariwisata Indonesia pasca-pandemi COVID-19, Pemerintah Provinsi Bali berharap pembukaan pariwisata Bali tidak dilakukan secara serentak. Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) seusai menggelar Rakor Persiapan Pemulihan Pariwisata di Bali di ruang rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, 14 Mei 2020. &#8220;Mengingat banyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menyusul akan dilakukannya pemulihan pariwisata Indonesia pasca-pandemi COVID-19, Pemerintah Provinsi Bali berharap pembukaan pariwisata Bali tidak dilakukan secara serentak. Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) seusai menggelar Rakor Persiapan Pemulihan Pariwisata di Bali di ruang rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, 14 Mei 2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Mengingat banyak wisatawan yang sudah sangat rindu dengan Bali, kita bisa buka ITDC di Nusa Dua terlebih dahulu. Mengingat di sana secara fisik sudah terisolasi dan jauh dari permukiman dan dengan fasilitas yang sudah lengkap,&#8221; ujar Cok Ace.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cok Ace menambahkan, jika tren COVID-19 di seluruh dunia sudah 0%, maka bisa dibuka secara bertahap beberapa spot wisata di Bali, seperti Tanah Lot atau <em>Monkey Forest</em> di Ubud. &#8220;Sebagai catatan, pembukaan spot tersebut tidak diikuti dengan pembukaan area di sekitarnya, untuk memaksimalkan <em>social distancing</em> terlebih dahulu,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, dengan pertimbangan dampak besar yang diterima Bali sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia, maka perlu segera dilakukan langkah-langkah yang cepat dan tepat untuk memulihkan seluruh destinasi pariwisata yang terdampak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk itu, Kementerian Pariwisata telah membuat program yang dibagi menjadi dua periode, yaitu bulan Juni-Oktober disebut sebagai <em>gaining confidence</em> yang mencakup persiapan dan revitalisasi destinasi, perencanaan program promosi, serta bantuan terhadap para pelaku pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara mulai Oktober 2020 disebut sebagai <em>appealing,</em> yaitu pembukaan destinasi pariwisata secara bertahap dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, promosi, penyelenggaraan <em>event</em> dan MICE Roadshow, serta <em>media campaign </em>sehingga pada tahun 2021 diharapkan pariwisata Indonesia bisa normal kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Kementerian Pariwisata juga telah merumuskan program CHS (<em>Cleanliness, Health, Safety</em>) sebagai <em>tagline</em> pariwisata pasca-pandemi COVID-19. &#8220;Saat ini kita memasuki dunia yang <em>new</em> normal, segala kebiasaan baru yang dulunya tidak dianggap normal saat ini menjadi normal. Untuk itu implementasi CHS sangat tepat dilakukan sekarang,&#8221; jelas Ni Wayan Giri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bali dijadikan proyek percontohan program CHS karena provinsi ini menjadi yang terbagus dalam menekan dan mengatasi pandemi Covid-19. Keberhasilan Bali sebagai provinsi yang mampu mengendalikan virus dan telah mendapatkan apresiasi oleh Gugus Tugas Nasional ini juga bisa dijadikan nilai jual untuk pariwisata Indonesia, khususnya Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cok Ace sangat mengapresiasi program Kementerian Pariwisata, apalagi Bali menjadi prioritas bersama dengan tiga provinsi lainnya. Ia juga setuju mengangkat keberhasilan Bali dalam menangani COVID-19 sebagai salah satu promosi pariwisata. &#8220;Ini bisa meyakinkan wisatawan untuk datang ke Bali,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/cok-ace-harapkan-pembukaan-pariwisata-bali-tak-serentak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19872</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
